Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Biografi Ibnu Rusyd Pengarang Kitab Fenomenal Bidayatul Mujtahid

Salah satu karya fenomenal Ibnu Rusyd adalah Kitab Bidayatul Mujtahid. Kitab Bidayatul Mujtahid merupakan kitab fikih yang sangat bermutu sebab di dalamnya memuat berbagai pendapat mazhab dalam fikih Islam. Itulah sebabnya, kitab Bidayatul Mujtahid ini menjadi buku rujukan terutama dalam Jurusan Perbandingan Mazhab di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ataupun Universitas Islam Negeri (UIN) dan Kampus-kampus Islam lainnya. Oleh karena itu, maka perlu rasanya bagi kita untuk mengetahui dan mengenal siapa pengarangnya. Insya Allah dalam artikel singkat ini akan disampaikan Biografi Ibnu Rusyd.

bidayatul mujtahid

Riwayat Hidup Ibnu Rusyd

Nama lengkap Ibnu Rusyd adalah Abul Walid Muhammad Ibnu Rusyd. Beliau terkenal dengan sebutan Ibnu Rusyd al-Hafidz. Ibnu Rusyd dilahirkan di kota Kordoba, kota pusat kemajuan pemikiran dan ilmu pengetahuan di Andalusia (Spanyol) pada tahun 1126. Di dunia barat, beliau terkenal dengan nama Averroes.

Ibnu Rusyd dibesarkan dalam keluarga yang memiliki ilmu pengetahuan dan taat beragama. Ayah Ibnu Rusyd yang bernama Abul Qasim Ahmad menjadi Hakim kota Kordoba. Nenek Ibnu Rusyd yang terkenal dengan sebutan Ibnu Rusyd al-Jadd, adalah orang ‘alim yang memiliki pengetahuan fikih mendalam pada masanya, ahli di bidang filsafat, paling berpengaruh di bidang politik, serta menjadi Hakim Agung (Qadhi al-Qudhat- Ketua Mahkamah Agung) di Andalusia. Fatwa-fatwa beliau saat ini masih berupa manuskrip-manuskrip.

Pada masa kecilnya, Ibnu Rusyd mempelajari Ilmu Teologi Islam (Tauhid/ Aqidah) Asy’ariyyah. Beliau juga mempelajari fikih menurut mazhab Maliki, memperluas pengetahuannya tentang sya’ir-sya’ir Arab serta kesusteraan Arab. Diantara guru-guru Ibnu Rusdy adalah Ibnu Basywakal, Ibnu Masarrah, dan Abu Ja’far Harun.

Yang lebih menarik dari seorang Ibnu Rusyd adalah, beliau tidak membatasi diri pada ilmu-ilmu agama saja, namun juga mempelajari ilmu kedokteran, matematika, dan filsafat. Bahkan buku beliau dalam bidang kedokteran sangat terkenal di Eropa, dengan judul al-Kulliyyat (Colliget) yang diterjemahkan kedalam bahasa latin dan diterbitkan pada tahun 1482 M.

Pada tahun 1153 M (548 H), Ia diminta datang ke Marokko (ibu kota pemerintahan Kordoba pada waktu itu) oleh Khalifah Abdul Mi’min Ibnu Tumart (pendiri Kerajaan Muwahhidun), dengan maksud untu memberikan petunjuk dan sumbangan pemikiran kepada sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga keilmuan yang sedang didirikan di sana.

Sekitar pertengahan tahun 1169 M, Ia berhubungan dengan Khalifah Abu Ya’qub bin Abdul Mu’min, pengganti Khalifah Abdul mu’min. khalifah Abu Ya’qub gemar membicarakan persoalan filsafat dan gemar pula mengumpulkan cendikiawan. Ibnu Thufail, seorang filosof yang dekat dengan Khalifah Abu Ya’qub, memperkelkan Ibnu Rusyd kepada Khalifah Abu Ya’qub.

Karena khalifah Abu Ya’qub tertarik dengan pemikiran-pemikiran ibnu Rusyd dalam bidang filsafat, maka ia kemudian mengangkatnya menjadi hakim untuk kota Seville (Eisybilia, Andalusia) pada tahun 1169 M. Dua tahun kemudian ia menjadi hakim di kota kelahirannya sendiri, yaitu Kordoba. Pada tahun 1182 M, ia dipanggil oleh Khalifah Marokko untuk menjadi dokter pribadinya dan tidak lama kemudian diangkat menjadi Hakim Agung di Kordoba.

Setelah Khalifah Abu Yusuf al-Mansur (1184-1198 M) menggantikan ayahnya yaitu Khalifah Abu Ya’qub, Ibnu Rusyd mendapatkan penghargaan dan kedudukan yang tinggi sekali. Akan tetapi, pada tahun 1198, keadaan berubah drastis dan tiba-tiba, yaitu di mana para fukaha (ahli fikih) mendapat kedudukan yang terhormat di sisi khalifah. Para fukaha ini menentang filsafat, sehingga filsafat ditindas, dan para filosof dituduh telah menjadi kafir serta menyesatkan orang, kemudian buku-buku filsafat dibakar dengan diiringi berbagai celaan dan hujatan.

Ibnu Rusyd kemudian ditahan di sebuah kampung Yahudi bernama Alisanah, kurang leboh 50 KM sebelah tenggara kota Kordoba. Setelah keadaan menjadi reda, maka ia dibebaskan oleh khalifah dan dipanggil ke istananya di Marokko, dan di sana ia menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 1198 M/ 595 H dalam usia 72 tahun.

Karangan-karangan Ibnu Rusyd

Menurut S. Munk dalam bukunya “Melanges de Philosophie juive et Arabe” (Bunga Rampai Filsafat yahudi dan Arab), Ibnu Rusyd termasuk tokoh Islam yang utama dan pengulas (komentator) terkemuka tehadap filsafat Aristoteles. Pada dirinya terkumpul semua disiplin ilmu filsafat yang sampai kepada kaum Muslimin dan juga termasuk seorang penulis yang banyak karyanya.

Kitab karangan Ibnu Rusyd, menurut Abnu Abi Ushaibi’ah, berjumlah 50 (lima puluh) buah. Sedangkan menurut E. Renan dalam bukunya “Avrroes et l’Averroisme” (Ibnu Rusyd dan Mazhabnya), berdasarkan manuskrip-manuskrip yang terdapat di perpustakaan Eskurial Spanyol adalah berjumlah 78 (tujuh puluh delapan) buah, terdiri dari karangan-karangan panjang dan pendek (risalah). Di antaranya adda yang sudah hilang naskah aslinya yang berbahasa Arab dan ada yang hanya salinannya dalam bahasa Ibrani dan Latin.

Sebagian tulisan Ibnu Rusyd adalah berupa ulasan-ulasannya terhadap karangan filosof-filosof terdahulu, antara lain Aristoteles, Plato, Iskandar, Aphrodise, Nicolas Damascus, Ptolemaeus, Gallinus, al-Farabi, Ibnu Sina, al-Ghazali dan ibnu Bajah. Sebagian lagi berupa karangannya sendiri dalam berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu jiwa, fisika, filsafat dengan cabang-cabangnya, fikih, dan Teologi Islam (Ilmu Tauhid).

Diantara buku-buku karangannya yang terkenal adalah:
1. Bidayatul Mujtahid.
Kitab Fikih yang di dalamnya menyebutkan berbagai pendapat dalam persoalan hukum Islam, baik yang sudah disepakati para ulama maupun yang masih diperselisihkan dengan menyebutkan alasannya masing-masing. Ini merupakan kitab perbandingan mazhab fikih yang sangat bermutu dikarenakan luasnya pembahasan tentang perbandingan mazhab.

2. Faslul Maqal fi ma bainal Hikmati wasy Syari’ati minal ittisal.
Kitab ini dimaksudkan untuk menunjukkan adanya persamaan antara filsafat dengan agama. Diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman pada tahun 1895 m oleh Muller, seorang orientalis Jerman.

3. Manahijul Adillah fi ‘Aqaidi Ahlil Millah.
Buku ini dimaksudkan untuk menjelaskan tentang pendirian aliran-aliran teologi Islam dan kelemahan-kelemahannya. Juga diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman oleh Muller pada tahun 1895 M.

4. Tahafutut Tahafutut.
Sebuah buku yang terkenal dalam dunia filsafat dan teologi islam, dan dimaksudkan untuk membela filsafat dari serangan al-Ghazali dalam bukunya tahafutul Falasifah. Buku Tahafutut Tahafutut telah berkali-kali diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Terjemahan ke dalam bahasa Inggris dilakukan oleh Van den Berg pada tahun 1952 M.

Demikian Selayang pandang atau Biografi seorang tokoh besar Ibnu Rusyd. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Referensi: Bidayatul Mujtahid (Penj: Ahmad Hanafi, MA), Bulan Bintang, Jakarta; 1990
Baca Juga :
1. Riwayat Hidup Imam Ibnu Taimiyyah
2. Biografi Imam Nawawi

2 komentar untuk "Biografi Ibnu Rusyd Pengarang Kitab Fenomenal Bidayatul Mujtahid"

  1. Terima kasih atas sharingnya, sekarang jadi lebih tau mengenai biografi ibnu rusyd yang merupakan pengarang kitab bidayatul mujtahid, kitab terbaik yang patut kita pelajari.

    BalasHapus
  2. sama-sama sob.. semoga bermanfaat dan terima kasih sudah mampir

    BalasHapus

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.