Khutbah Jum'at : Makna Surah al-Ikhlas

Bahan untuk khutbah jum'at, silahkan diedit jika kurang cocok, termasuk juga mukaddimahnya silahkan ditambah sendiri

Hadirin jama'ah jum'at yang dimuliakan Allah.

Marilah kita terus berusaha untuk menjadi hamba Allah yang bersyukur atas segala kenikmatan yang telah Allah karuniakan kepada kita. Caranya adalah dengan terus berusaha meningkatkan kualitas Iman dan Taqwa kepada Allah Swt.

Hadirin..........

Izinkan saya pada kesempatan ini sedikit mengupas tentang mentauhidkan Allah. Sebab, tauhid yang kokoh akan membuat manusia senantiasa tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan Allah. Allah Swt adalah sang Pengatur, maka kita selaku makhluq-Nya adalah yang diatur. Sebagai yang diatur, tentu sudah seharusnya tunduk dan taat kepada yang Mengatur, jika selaku yang diatur kita tidak mau patuh, maka hal ini disebut sebaagai pembangkangan atau pengingkaran.

Hadirin.......

Di dalam surah al-Ikhlas yang kita semua tentu hafal, terkandung risalah terpenting dari ajaran Rasulullah Saw. Ajaran itu adalah meng-Esakan Allah serta mensucikan-Nya.

Terdapat suatu riwayat yang mengatakan bahwa surah ini sebanding dengan 1/3 al-Qur'an. Karena, siapa saja yang menyelami maknanya dengan perenungan yang mendalam, pasti akan memahami bahwa semua penjelasan dalam Islam tentang tauhid dan Kesucian Allah Swt dari segala macam kekurangan dapat kita temukan dari surah ini.

hadirin........

Pada ayat pertama yang artinya "Katakanlah : Dialah Allah Yang Maha Esa". Disini Allah Swt memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk menjawab pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya. Bahwa Dia adalah Yang Maha Esa, tidak tersusun dan tidak berbilang. Sebab, berbilang dalam susunan zat berbarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain, padahal Allah Swt tidak membutuhkan sesuatu apapun. Tegasnya, keesaan Allah itu meliputi 3 hal, Esa pada zat-Nya, Esa pada sifat-Nya dan Esa pada af'al-Nya.

Hadirin........

Esa pada zat-Nya berarti bahwa zat Allah itu tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. Berbeda dengan manusia yang tersusun dari berbagai masam zat atau senyawa kimia.

Esa pada sifat-NYa bermakna, tidak ada satupun sifat makhluk yang menyamai sifat Allah. Dan Esa pada af'al berarti bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa untuk membuat semua perbuatan, sebagaimana firman-Nya dalam surah yasin : 82

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia.

Hadirin.......

Ayat kedua dari surah al-Ikhlas adalah "Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu".

Pada ayat ini Allah menambahkan penjelasan tentang sifatnya yang Maha Esa itu. Bahwa hanya kepada Allah kita memohon, sebab hanya Allah lah yang pantas untuk tempat kita mengadu, hanya Allah yang pantas untuk tempat meminta pertolongan dan hanya Allah lah yang pantas untuk diharap. Apalagi di masa sulit ini, semua kita merasakan sulitnya mencari nafkah untuk keluarga, maka hanya Allah tempat kita meminta kecukupan rezeki sambil terus berusaha dengan bekerja secara tekun dan sabar. Sehingga kita tidak seperti orang yang lemah iman, selalu mengeluh, seolah-olah tidak mengetahui bahwa Allah itu Maha Penolong.

Kitapun menyadari bahwa kita ini bodoh/ tidak memiliki pengetahuan apabila Allah tidak memberikan kita ilmu pengetahuan, oleh karena itu teruslah belajar sambil berdo'a kepada Allah minta diberikan ilmu yang bermanfaat. Kita juga menyadari betapa lemahnya kita ini apabila Allah tidak memberikan kita kekuatan. Dialah Allah yang Maha Penolong dan sebaik-baik penolong, siapapun kita tanpa melihat status sosial kita. Oleh karena itu wahai saudaraku sekalian, tanamkanlah keyakinan ini, bahwa Allah tidak akan mengabaikan hamba-hamba-Nya yang berdo'a kepada-Nya.

Hadirin........

Sebagai penegas keesaan-Nya, maka Allah Swt melanjutkan firman-Nya pada ayat ke3 surah al-Ikhlas, "Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan".

Allah menegaskan keesaan-Nya lewat ayat ini. Sebab dapat kita fahami seandainya Allah itu beranak atau diperanakkan, sudah tentu akan ada sesuatu yang lain yang setara dengan Dia, dan ini jelas bertentangan dengan ke-Esaan-Nya. Lewat ayat ini Allah juga menegaskan bahwa Dia tidak sama dengan makhluq-Nya. Allah itu ada dan tidak didahului oleh ketiadaan. Allah itu ada namun bukan diadakan.

Jadi, ayat ini secara tegas membantah keyakinan atau tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat itu adalah anak Allah, atau keyakinan orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair itu anak Allah atau keyakinan Nasrani yang mengatakan bahwa Isa adalah anak Allah.

Hadirin.........

Ayat terakhir dari surah al-Ikhlas ini adalah "Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia:.

Dengan ayat ini Allah membantah keyakinan orang-orang musyrik bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah. Bersekutu berarti saling membutuhkan, sedangkan Allah tidak butuh kepada apapun dan siapapun, karena Allah Maha segala-galanya.

Sebagai seorang muslim dan mukmin, kita wajib meyakini bahwa tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai Allah. Oleh karenanya, jangan pernah membayangkan bagaimana bentuk rupa Allah, apa warna Allah, dimana tempat-Nya, dan lain sebagainya. Cukuplah kita meyakini bahwa Allah itu ada. Kita mengenal Allah lewat ayat-ayat al-Qur'an maupun hadits-hadits Nabi Mihammad Saw yang menjelaskan tentang nama dan sifat Allah.

Bahwa Allah itu Maha Melihat dan selamanya melihat, perbuatan apapun yang kita lakukan tidak pernah luput dari pengetahuan Allah, walalupun perbuatan itu kita lakukan pada bumi lapis tujuh.

Akhirnya, dengan memiliki iman yang kokoh kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, maka insya Allah kita tidak akan pernah malas lagi untuk beribadah dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan dosa yang pernah kita lakukan.

Barokallahu................

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Khutbah Jum'at : Makna Surah al-Ikhlas"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel