Mengapa Manusia Semakin Mengecil?

Mengapa tubuh manusia semakin lama semakin mengecil?

Pertanyaan di atas sering mengusik pikiran saya, mungkin demikian juga dengan sobat pembaca yang saya hormati. Betapa tidak, berdasarkan literatur yang ada, disebutkan bahwa bapak kita yakni Nabi Adam ‘alaihis salam (Manusia pertama) itu memiliki tinggi badan sekitar 60 hasta. Jika 1 hasta itu adalah ½ meter, maka berarti tinggi Nabi Adam adalah sekitar 30 meter.

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, yang artinya :
“Allah telah menjadikan Adam dengan ketinggian 60 hasta, kemudian (Allah) berfirman : Pergilah dan berilah salam kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepada mu. Itulah penghormatanmu dan keturunanmu. Lalu Adam mengucapkan salam “Assalamu ‘alaikum”, maka para malaikat mengucapkan “assalamu ‘alaika warohmatullah”. Para malaikat menambahkan kalimat “warahmatullah”. Maka setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam (dalam hal perawakan/ postur tubuh) dan manusia itu senantiasa mengecil sampai sekarang”.

Setelah mendapatkan gambaran mengenai tinggi Nabi Adam, tentunya kita akan membandingkan dengan ukuran rata-rata tinggi manusia sekarang, yakni antara 1,5 sampai 2 meter. Tentunya jika sekarang kita berjumpa dengan Nabi Adam, maka kita akan menyebutnya sebagai raksasa. Karena dapat kita bayangkan betapa tingginya Nabi Adam ini.

manusia
Saya pernah melihat tayangan televisi mengenai gambaran postur tubuh Nabi Adam. Dalam tayangan tersebut telah dibuatkan jubah oleh peneliti dengan ukuran sekitar 30 meter kemudian jubah tersebut ditegakkan dengan menggunakan alat berat. Setelah ditegakkan, jubah itu terlihat sangat tinggi menjulang.

Jadi tidaklah begitu mengherankan jika orang-orang terdahulu yang dengan teknologinya masih terbilang sederhana namun mampu membangun bangunan yang begitu besar dan kokoh. Contohnya adalah Piramida di Mesir, Candi Borobudur dan candi Parambanan ataupun Ka’bah yang ditinggikan pondasinya oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Mengapa sekarang mengecil?

Setidaknya ada dua pendekatan untuk menjawab pertanyaan ini, yakni pendekatan ilmiyah dan pendekatan ilahiyah.

1. Pendekatan Ilmiyah.

Sebuah penelitian ilmiyah yang dilakukan oleh Dr. Shlomi Lesser dari Universitas Hebrew yang dilansir dalam Jurnal berjudul “Ha- Mada Ha-Yisraeli B’Angleet V’lvreet”. Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa jika dari tinggi rata-rata manusia sekarang maka tinggi manusia dahulu seharusnya 90 kaki atau sekitar 27 meter. Perhitungannya adalah, 1 kaki itu sama dengan 30,48 cm, jika dikalikan dengan 90 kaki maka sama dengan 27,43 meter yang jika dibulatkan maka ketemu angka 30 meter.

Allahu Akbar, terbukti kebenaran ilmiyah dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di atas.

Fakta lain yang dapat menjelaskan mengapa manusia semakin mengecil adalah karena faktor genetik dan gizi serta faktor gravitasi bumi.

Mengapa dengan gravitasi bumi?

Pertanyaan itu dapat dijawab dengan perumpamaan. Jika kita memiliki karet ban (ban dalam sepeda/ sepeda motor) kemudian karet ban tersebut ditarik, tentunya ukuran karet tersebut akan semakin mengecil dari ukuran semula.

2. Pendekatan Ilahiyah.

Sebagai manusia, sebagus apapun teori yang kita buat tentunya tetap masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu sebagai makhluk yang lemah, kita tidak bisa terlepas dari ke-Mahakuasaan Allah Swt.
Allah Swt sebagai pencipta langit dan bumi beserta segala isinya tentu saja memahami apa yang dibutuhkan oleh makhluknya untuk dapat bertahan hidup.

Coba bayangkan andaikan tinggi manusia sekarang lebih tinggi dari pohon kelapa (asumsi 30 meter tadi), maka berapa tinggi rumah yang dibutuhkan untuk dapat menampungnya, berapa besar rumah tersbut jika satu kelurga terdiri dari 4 orang saja. Berapa tinggi tiang listrik agar manusia tidak tersangkut kabelnya.

Bayangkan andaikan manusia sekarang sebesar Nabi Adam, berapa banyak kebutuhan makan dan minumnya, seberapa besar masjidnya hanya untuk menampung 100 jama’ah. Ini menunjukkan betapa Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana telah mengatur semuanya untuk manusia. Populasi manusia semakin banyak, tentu ukurannya pun harus semakin kecil.

Dinosaurus bukan Hewan Raksasa

Beranjak dari teori bahwa manusia semakin mengalami penyusutan, maka saya berani mengatakan bahwa tidak ada yang aneh dengan Dinosaurus. Mengapa begitu?

Bagi manusia sekarang, berdasarkan fosil-fosil dinosaurus yang telah ditemukan maka timbul suatu anggapan bahwa dinosaurus itu adalah binatang purba raksasa yang aneh. Bagi manusia sekarang, memang benar bahwa dinosaurus itu binatang raksasa. Tetapi bagi manusia terdahulu dengan ukuran tubuhnya yang 15 kali lipat ukuran manusia sekarang, tentu tidak terlalu besar. Layaknya sapi atau kambing sekarang dengan manusia masa kini.

Jika manusia terus mengalami penyusutan, maka tentunya hewan-hewan juga mengalami penyusutan. Jika tidak, maka jelas akan menyusahkan manusia yang hidup sekarang. Bayangkan jika ayamnya sebesar gajah dan gajahnya 15 kali lipat dari ukuran sekarang, tentu kerepotan dalam memberikan makanan dan tempat.

Sekali lagi saya katakan bahwa semua itu adalah karena kemahakuasaan dan kebijaksanaan Allah Swt.

Semoga artikel ini ada manfaatnya bagi pembaca, terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangannya.
Bahan Bacaan :
1. eramuslim.com
2. inidiamisteripedia.blogspot.co.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Mengapa Manusia Semakin Mengecil?"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel