Riwayat Hidup Imam Ibnu Taimiyyah

Mengenal Sosok Imam Ibnu Taimiyyah


Imam Ibnu Taimiyyah lahir di Harran, Siria pada hari senin tanggal 10 Rabiul Awal 661 H/ 22 Januari 1263 M. Nama lengkap beliau adalah Ahmad ibn Abdul Halim ibn Abdus Salam ibn Taimiyyah. Ibnu Taimiyyah terlahir dari keluarga yang amat terpelajar serta sangat taat dan dihormati oleh masyarakat luas pada zamannya.

Ayahnya yang bernama Syihabuddin Abdul Halim ibn Abdus Salam adalah seorang ulama besar yang mempunya kedudukan tinggi di masjid agung Damaskus. Ia merupakan imam besar masjid tersebut dan sekaligus sebagai guru untuk pelajaran hadits dan tafsir. Disamping itu, ia juga menjabat sebagai pimpinan Madrasah Darul Hadits as-Sukkariyyah, salah satu lembaga pendidikan beraliran mashab hambali yang sangat maju dan bermutu pada masa itu. Di Madrasah inilah sang Imam dididik oleh ayahnya.
ibnu

Kakeknya bernama Syekh Majdud Din Abi al-Barakat Abdus Salam ibn Abdullah, (yang oleh Imam asy-Syaukani dinyatakan sebagai Mujtahid mutlak) merupakan seorang alim terkenal yang merupakan ahli tafsir, ahli hadis, ahli ushul fiqh, ahli fiqh, ahli nahwu dan pengarang.

Adapun paman Ibn Taimiyyah dari pihak bapak yang bernama al-Khatib Fakhruddin, adalah seorang cendikiawan muslim yang terkenal dan pengarang yang produktif pada masanya. Kemudian Adik Ibnu Taimiyyah yang bernama Syarafuddin Abdullah bin Abdul Halim juga terkenal sebagai seorang ilmuwan muslim yang ahli dalam bidang ilmu kewarisan islam (fara'id), ilmu-ilmu hadits dan ilmu pasti.

Sejak kecil, Imam Ibn Taimiyyah dikenal sebagai seorang anak yang memiliki kecerdasan otak yang luar biasa, tinggi kemauan dan kemampuan dalam belajar, tekun, tegas dan cermat, serta teguh dalam menyatakan dan mempertahankan pendapatnya, ikhlas dan taat beramal, serta rela berjuang demi kebenaran. Semua hal yang disebutkan tadi, ditambah dengan sikap wara', zuhud dan tawadhu', dikemudian hari mengantarkan Ibn Taimiyyah menjadi seorang tokoh, imam besar yang sangat disegani baik kawan maupun lawan.

Guru-guru sang imam.

Diatas sudah disebutkan bahwa Ibn Taimiyyah dididik dan diasah kemampuan intelektualnya oleh sang ayah di Madrasah Darul Hadits as-Sukkariyyah, namun selain itu ternyata Ibn Taimiyyah juga belajar dengan banyak guru, beliau mengaji kepada pamannya yang seorang alim, juga kepada ulama-ulama terkemuka yang ada di kota Damaskus ketika itu.

Adapun guru-guru Ibn Taimiyyah yang terkenal diantaranya :


1. Syamsuddin Abdurrahman Ibn Muhammad Ibn Ahmad al-Maqdisi, seorang ahli fiqh ternama dan hakim agung pertama dari kalangan mazhab hambali di Siria setelah Sultan Baybars melakukan pembeharuan hukum dibidang peradilan,

2. Muahammad Ibn Abdul Qawi Ibn badran al-Maqdisi al-Mardawi, seorang Muhaddits, fiqh, nahwy, dan mufti serta pengarang yang terpandang pada masanya,

3. al-Manja' ibn 'Usman ibn As'ad at-Tanawwukhi, seorang ahli fiqh dan ushul fiqh, ahli tafsir dan nahwu,

4. Muhammad ibn Isma'il ibn Abi Sa'ad asy-Syaibani, ahli hadits, nahwu, sastrawan, sejarawan dan budayawan.

5. 'Alimah Salihah faqihhah Zainab binti Makki al-Harrani,

6. Syekh Syamsuddin al-Asfihani asy-Syafi'i, seorang ahli ushul fiqh,

7. al-'Alim, al-Faqih, al-Muhaddits Abdurrahim ibn Muhammad al-Baghdadi,

Serta kepada sejumlah ulama lain baik yang tergolong besar maupun kecil yang jumlahnya bahkan mencapai ratusan orang.

Di bawah didikan Ayah, paman dan guru-guru yang mumpuni dibidangnya dan ditambah dengan kecemerlangan otak yang dianugerahkan Allah disertai ketekunan inilah yang mengantarkan Ibn Taimiyyah kelak menjadi seorang 'Alim dan bahkan diakui sebagai seorang mujtahid. Beliau menguasai hampir semua cabang ilmu yang berkembang pada masa nya.

Beliau mula-mula mempelajari al-Qur'an, Hadits, kemudian bahasa arab, 'ulumul qur'an, 'ulumul hadits, fiqh, ushul fiqh, sejarah, ilmu kalam, mantiq, tasawwuf, ilmu jiwa, sastra, matematika, dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Beliau juga sudah mampu menghafal al-Qur'an dengan baik dan lancar pada usia 7 tahun.

Kecerdasan Ibn Taimiyyah.


Dituliskan dalam kitab Ibn Taimiyyah Imam as-Saif wa al-Qalam karya Sa'd Sadiq Muhammad di tuliskan riwayat/ kisah bagaimana Ibn Taimiyyah dalam menuntut ilmu. Bahwa pada suatu hari, salah seorang guru Ibn Taimiyyah mendiktekan sebelas matan hadits kepadanya. Setelah mendiktekan matan hadits tersebut, guru tersebut memerintahkan Ibn Taimiyyah supaya membaca keseluruhan matan hadits yang baru didiktekan tersebut.

Setelah membacanya sekali dan merenungkan sejenak, Ibn Taimiyyah menyerahkan catatan yang ditulisnya kepada guru tersebut lalu dia menyebutkan atau membacakan sebelas matan hadits yang didektekan gurunya dengan sangat baik dan lancar seolah-olah beliau sudah menghafalnya beberapa hari dan malam sebelumnya. Hal ini tentu saja menimbulkan rasa heran, kagum, dan puas pada diri gurunya seraya berkata :
"kalau anak kecil ini berumur panjang, pasti dalam dirinya terdapat sesuatu (keistimewaan) yang luar biasa".

Ibn Taimiyyah mempelajari berbagai kitab hadits termasyhur, seperti Shahih Bukhori, Shahih Muslim, Jami' at-turmuzi, Sunan Abi Daud, Sunan Ibn Majah, Sunan an-nasa'i, Musnad Imam Ahmad bin Hanbal serta kitab kitab hadits lainnya seperti al-Jami' bainas Shahihain, karya al-Imam al-Hamidi, ini merupakan kitab hadits yang pertama dihafalnya.

Sewaktu ayahnya wafat pada tahun 682 H/1284 M, Ibn Taimiyyah yang ketika itu baru saja menamatkan pendidikan formalnya dalam usia 21 tahun, menggantikan jabatan ayahnya sebagai Direktur Darul Hadits as-Sukkariyyah. Selain itu, Ibn Taimiyyah juga menggantikan kedudukan ayahnya sebagai guru besar hadits dan fiqh Hanbali pada beberapa madrasah yang terkenal yang ada di Damaskus.

Murid Ibn Taimiyyah


Seorang yang 'alim tentunya akan menghasilkan murid-murid yang 'alim juga. Banyak murid Ibn Taimiyyah yang menjadi ulama. Sekedar menyebutkan beberapa, diantara murid beliau yang terkenal diantaranya adalah Imam Ibnu Qoyyim al-jauziyyah, Imam Ibn Katsir, al-Hafiz az-Zahabi, Ibn Abdul Hadi, dan Ibnul Wardi.

Imam Ibnu Qoyyim al-jauziyyah merupakan murid Ibn Taimiyyah yang terkemuka. Nama lengkapnya adalah Muhammad Ibnu Abu Bakar ibnu Ayyub ibnu Sa'd ibnu Hariz ad-Dimasyqi. Ia seorang faqih dari kalangan mazhab Hanbali yang juga seorang ahli ushul fiqh, ahli hadits, ahli nahwu dan lainnya. Karya yang dihasilkannya sangat banyak, seperti Zaadul Ma'ad fi hady Khair al-'Ibad, I'lamul Muwaqqi'in 'an Rabbil 'Alamiin, at-Turuq al-hukmiyyah fi as-Siyasah asy-Syar'iyyah, madarijus Salikin dan at-Tibyan fi Aqsamil Qur'an.

Al-Hafiz al-Kabir 'Imadduddin Isma'il ibn Umar atau yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir, merupakan salah satu murid Imam Ibn Taimiyyah dari kalangan mazhab Syafi'i. beliau selain dikenal sebagai seorang faqih, mufassir, muhaddits dan nahwiy, juga merupakan seorang sejarawan dan pengarang mu'allif yang masyhur. karya-karya beliau masih menjadi sumber rujukan bagi para pelajar muslim, seperti, Tafsir al-Qur'anul 'Azhim (tafsir Ibn Katsir), al-Bidayah wan Nihayah, at-Takmil fi Ma'rifah as-Siqat wad-Du'afa wal Majahil..

Adapun murid Imam Ibn Taimiyyah yang lain yang bernama al-Hafizh Syamsuddin Abu Abdullah Muhammad ibnu Ahmad ibnu Abdul Hadi (Ibn Abdul Hadi) merupakan seorang ahli fiqh, hadits dan nahwu. Beliau mengarang kitab diantaranya : al-muharrar fi al-Ahkam, ta'liqatun fi as-Siqah dan al-A'lam fi Zikr Masyayyikh al-A'immah al-A'lam.

Sedangkan Zainuddin Umar ibn Muzaffar ibn Umar ibn Muhammad atau yang terkenal dengan nama Ibnul Wardi merupakan murid Ibn Taimiyyah yang sangat ahli dalam ilmu bahasa, fiqh, nahwu, dan sastra. Beliau juga banyak mengarang kitab, diantaranya Syarah Alfiyyah Ibnu malik, Alfiyyah Ibn Mu'ti, al-Lubab wat Tazkirah al-Gharib dan Mantiq at-Tair fit Tasawwuf.

Itulah beberapa dari sekian murid Imam Ibn Taimiyyah yang meneruskan ilmu pengetahuan dan perjuangan beliau.

Beliau menyandang banyak prediket atau gelar, seperti Mujaddid Dinul Islam, Mujaddid al-Ummah al-Islamiyyah, Imamul 'Ulama', 'Alimul 'Ulama', al-Hafiz, al-Anam, nashirus Sunnah wa Qami' al-Bid'ah, al-mujtahid fil Ahkam, Muhyi Asar as-Salaf, Imam as-Saif wal Qalam.

Beliau wafat di Damaskus pada malam senin tanggal 20 dzulqaidah tahun 728 H/ 26 September 1328 M.

Demikian sedikit mengenai riwayat Imam Ibn Taimiyyah dan Insya Allah akan kita sambung di lain waktu mengenai beliau.
Baca Juga :
1. Pendapat Ibnu Taimiyah Tentang Qasar Shalat dan Berbuka bagi Musafir
2. Hukum Talak Tiga Sekaligus menurut Ibnu Taimiyah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Riwayat Hidup Imam Ibnu Taimiyyah"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel