Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Khutbah Idul Fitri 1443 H Tentang Puasa dan Ketaqwaan

 Keutamaan yang akan didapatkan oleh orang yang bertakwa

 KHUTBAH IDUL FITRI 1443 H
Apa Yang Akan Kita Dapatkan Jika Bertaqwa?
Oleh : al Faqir Abdul Kholis bin Muhammad Amin bin Zainuddin.

السلام عليكم ورحمة الله وبر كاته


اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً..
 لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ .أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ  الْمَلِكُ الْحَقُ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ واَصَحْابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ،
 أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ،..  قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  ..يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا



Hadirin wal hadirot rohimakumullah

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT,yang terus menerus memberikan nikmat dan karunia-Nya kepada kita walau hati kita sering lalai dari mengingat-Nya. Yang memberikan udara untuk bernafas, air untuk minum dan berbagai rezeki walau kita sering melalaikan perintah-Nya.

Hadirin wal hadirot rohimakumullah

Di akhir bulan sya’ban yang lalu, kehadirannya sangat dinantikan, orang-orang yang beriman berharap agar dapat berjumpa dengan bulan yang mulia, penghulu sekalian bulan. Setelah satu bulan Bersama, hari ini dia telah pergi. Kepergiannya membuat hati orang yang beriman bersedih, melebihi kesedihan anak muda yang ditinggal kekasih.

Mengapa bisa ada kesedihan dengan perpisahan itu… karena keutamaan dan kemuliaannya tidak dimiliki oleh bulan-bulan yang lain. Lailatul qodar yang berbanding dengan 1000 bulan, hanya dia yang memiliki.

Imam Ibnu Rojab al Hambali berkata:
“Bagaimana bisa seorang mukmin tidak meneteskan air mata ketika berpisah dengan Romadhon, Sedangkan ia tidak mengetahui apakah masih ada sisa umurnya untuk berjumpa lagi”.

اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Hadirin wal hadirot yang dimuliakan Allah

Khutbah kita kali ini bertolak dari Firman Allah SWT yang sudah sering kita dengar bahkan mungkin hafal. Yaitu surah al-Baqoroh: 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".

Ayat tadi setidaknya memiliki dua kata kunci, yaitu Berpuasa dan takwa. Takwa inilah tujuan yang akan diraih oleh orang yang berpuasa romadhon. . Rasanya bukan waktunya kita menguraikan apa itu puasa. Focus kita adalah tentang apa itu takwa dan apa yang akan kita dapatkan seandainya kita bertakwa?

Hadirin wal hadirot yang dimuliakan Allah

Kita sudah tidak asing lagi mendengar kata takwa, namun mungkin belum banyak yang memahaminya. Ada banyak ayat dalam al-Qur’an yang menyebutkan kata takwa selain surah al-Baqoroh: 183 tadi.

Takwa secara Bahasa berasal dari kata waqo – yaqi - wiqoyah yang artinya menjaga diri, menghindari dan menjauhi. Jadi orang yang bertakwa adalah orang yang menghindari, menjauhi atau menjaga diri. Sedangkan secara istilah, takwa adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa.
Dari dua pengertian ini dapat disimpulkan bahwa taqwa adalah upaya sungguh-sungguh untuk memelihara, menjauhkan diri dari siksaan atau adzab Allah dengan cara menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Di sinilah titik temu antara puasa dan takwa.

Dengan berpuasa, kita dilatih untuk menahan, menjaga dan menghindari diri dari dorongan nafsu yang berlebihan bahkan dari yang halal sekalipun. Sehingga hidup kita menjadi terarah karena mampu mengendalikan nafsu, bukan dikendalikan nafsu. Mampu mengendalikan emosi, bukan dikendalikan emosi. Puasa melatih seluruh organ tubuh agar senantiasa tunduk kepada aturan-aturan Allah SWT.

اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Hadirin wal hadirot yang dimuliakan Allah
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan takwa, maka ada baiknya kita juga mengetahui apa keuntungan yang akan kita dapatkan jika kita bertakwa, sebab sudah menjadi watak manusia, ia akan lebih bersemangat seandainya mengetahui apa yang akan dia dapatkan jika mengerjakan sesuatu.

Menurut Imam al-Ghozali dalam kitab Minhajul ‘Abidin, orang yang bertakwa akan mendapatkan 40 keutamaan. 20 ketika di dunia dan 20 di akhirat. Pada kesempatan ini akan saya sarikan dari perkataan Imam al-Ghozali itu dan apa yang Allah janjikan di dalam al-Qur’an keutamaan ketika di dunia dalam uraian yang lumayan panjang nantinya, mohon bersabar untuk menyimak.

Keutamaan itu diantaranya:
Pertama, bagi orang yang bertakwa, akan Allah hapus kesalahan-kesalahannya dan diberikan pahala yang besar. Janji Allah ini dapat kita temukan dalam surah at-Tholaq ayat 5

…… وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُعْظِمْ لَهٗٓ اَجْرًا

Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan memperbesar pahala baginya.

Kedua, orang yang bertakwa itu dicintai oleh Allah.
Dalam surah at-Taubah ayat 7 disebutkan bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.

ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa”.

Ketiga, orang yang bertakwa akan senantiasa dijaga dan di tolong oleh Allah sebagaimana terdapat dalam surah an-Nisa ayat 1, setelah perintah agar bertakwa, ditutup dengan kalimat:

ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

“Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu”.

Keempat, orang yang bertakwa itu hatinya akan selalu terang dengan cahaya, petunjuk, ilmu dan hikmah dari Allah.

Allah berfirman dalam surah al-Baqoroh ayat 282

وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

“Bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Hadirin wal hadirot yang dimuliakan Allah.

Kelima,orang yang bertakwa itu akan dicintai, disegani dan dihormati oleh seluruh makhluk. Bagaimana tidak, Allah saja mencintai orang yang bertakwa, apalagi makhluk-Nya.

Keenam, orang yang bertakwa itu do’a-do’a nya mustajab. Tidaklah ia meminta sesuatu kepada Allah melainkan akan Allah kabulkan. Tidaklah ia memohon pertolongan melainkan akan Allah tolong. Pada poin kedua tadi sudah disampaikan, bahwa orang yang bertakwa itu dicintai oleh Allah. Jika kita mencintai anak misalnya, maka apapun yang dipinta oleh sang anak akan dengan senang hati kita penuhi. Lalu bagaimana jika yang mencintai kita itu adalah Allah Yang Maha Segala-galanya?

Kita ambil contoh dalam kisah Nabi Musa. As. Ketika beliau diutus oleh Allah untuk mendakwahi Fir’aun, beliau yang merasa memiliki lidah yang agak pelo lantas berdo’a yang do’a ini diabadikan Allah dalam surah Thoha ayat 25-28 dan sering dibaca oleh anak-anak sebelum mengaji

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ

“Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku,.  mudahkanlah untukku urusanku,   dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.  agar mereka mengerti perkataanku.”
Do’a Nabi Musa ini dijawab oleh Allah dalam ayat ke 36

قَالَ قَدْ اُوْتِيْتَ سُؤْلَكَ يٰمُوْسٰى

“(Allah) berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa.”

Hadirin wal hadirot rohimakumullah

Kita hidup ini tentu banyak hajat atau keinginan yang ingin dicapai. Maka berdo’alah. Minta kepada Allah apa yang kita butuhkan. Jangan pernah berharap kepada makhluk karena hanya akan memperoleh kekecewaan.

Para Nabi-Nabi Allah saja, Ketika mereka membutuhkan sesuatu, berdo’a kepada Allah. Banyak do’a-do’a mereka yang Allah abadikan di dalam al-Qur’an. Itu Nabi yang tanpa berdo’apun sebenarnya Allah pasti akan menolong mereka namun masih mau berdo’a. Apalagi kita. Namun penuhi dulu syaratnya, yaitu iman dan takwa.

Allah berfirman dalam surah al-Baqoroh ayat 186

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia berdo’a kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Hadirin wal hadirot yang dimuliakan Allah

Ketujuh, orang yang bertakwa itu akan dihilangkan kesulitannya, selalu diberikan jalan keluar dari permasalahannya dan diberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Dalilnya adalah Surah at-Tholaq ayat 2-3 yang kita kenal dengan nama ayat seribu dinar.

ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ

“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.  dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga”.
Juga dalam surah at-Tholaq ayat 4

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا

“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya”.

Ikhwani wa akhowati fillah..
Inilah janji Allah. Masihkah kita ragu akan janji Allah padahal Allah itu tidak pernah mengingkari janji.

Kita sekarang hidup di zaman yang serba susah. Penghasilan seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan. Persoalan selalu datang silih berganti. Persoalan satu belum selesai, datang lagi persoalan baru. Akibat dari masalah yang bertubi-tubi itu, banyak orang yang mengalami tekanan batin yang jika imannya lemah, maka akan berakhir dengan perbuatan b*nuh diri.

Padahal Allah SWT melalui Firman-Nya sudah memberikan solusi yaitu takwa. Bertakwalah. Bertakwalah. Allah pasti akan memberikan solusi atas setiap persoalan kita. Ketika datang suatu persoalan, maka bagi orang-orang yang bertakwa akan Allah berikan jalan keluarnya. Bertakwalah, niscaya Allah akan memberikan kemudahan dalam setiap urusan kita.

Bertakwalah. Allah pasti akan memberikan rezeki kepada kita. Namun perlu diingat, bahwa rezeki itu tidak mesti selalu diukur dengan uang ataupun harta. Kebahagiaan dalam rumah tangga itu adalah rezeki. Anak-anak yang sholeh juga rezeki. Ketenangan jiwa itu juga rezeki.

Terkadang kita salah kaprah. Dikarenakan mengejar sesuatu berupa materi sampai membuat kita melalaikan perintah Allah. Dengan alasan sibuk bekerja, kita meninggalkan sholat. Dengan alasan memenuhi nafkah keluarga, kita tidak berpuasa di bulan romadhon. Dengan alasan kepepet, kita menghalalkan segala cara. Ini berarti kita tidak percaya dengan janji Allah.

Dalam Hadits qudsi yang diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu”.

اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  وَللهِ الْحَمْدُ

Hadirin wal hadirot yang dimuliakan Allah

Kedelapan, orang yang bertakwa itu akan diberikan keberkahan dalam hidupnya. Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya.

Menurut Imam An-Nawawi, keberkahan itu adalah kebaikan yang banyak dan terus menerus. Oleh karenanya, jika apa-apa yang kita miliki itu tidak membawa kebaikan, berarti tidak ada keberkahan di dalamnya. Harta misalnya, jika tidak berkah, akan habis untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dan selalu kurang. Harta yang tidak berkah akan sangat berat untuk diinfakkan di jalan Allah, sebaliknya akan sangat ringan jika dipakai untuk bermaksiat.

Begitu juga dengan umur. Umur yang berkah walaupun singkat, namun hidupnya selalu bermanfaat bagi orang lain. Sehingga walaupun ia sudah meninggal, orang-orang masih terus mengingatnya. Sebaliknya, umur yang tidak berkah, semakin lama ia hidup semakin banyak kemaksiatan yang dilakukan.

Allah SWT berFirman dalam surah al-A’rof ayat 96

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan”.

Maksud ayat ini adalah, jika penduduk suatu kampung, suatu negeri beriman dan bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan melapangkan rezeki mereka, Makmur dan aman negerinya. Namun sebaliknya, jika penduduk suatu negeri itu senantiasa bermaksiat kepada Allah, akan hilanglah keberkahan dari mereka. Allah akan menimpakan berbagai musibah dan kesusahan.

Kesimpulannya, jika kita ingin diberikan solusi atas permasalahan hidup, dibukakan pintu rezeki, diberikan keberkahan oleh Allah, serta kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, maka jangan pernah melalaikan perintah Allah dan jangan pernah berani melanggar larangan-Nya.

اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ  لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Hadirin wal hadirot yang dimuliakan Allah

Lewat mimbar yang mulia ini saya mengucapkan SELAMAT HARI RAYA ‘IDUL FITRI 1443 H, dengan segala suka dukanya.
Diantara kita ada yang merayakan idul fitri dengan keadaan anggota keluarga yang tidak lagi lengkap. Tidak ada lagi sosok ayah yang biasanya kita pandang senyumannya yang khas. Tidak ada lagi ibu yang biasanya paling sibuk mempersiapkan segala keperluan lebaran.
Kemana mereka yang biasanya hadir bersama kita? Kemana tangan-tangan keriput mereka yang biasanya kita salami dan kita cium? Kemana keceriaan anggota keluarga kita yang lain yang tahun lalu masih lebaran bersama kita?
Hari ini, hanya foto nya yang bisa kita pandangi, hanya pusaranya yang dapat kita kunjungi. Hanya do’a yang bisa kita haturkan. Ya Allah Ampunilah segala dosa dan kesalahan mereka. Bahagiakan mereka di alam kuburnya.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم ، أقول قولي هذا فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

KHUTBAH KE 2

اللهُ اَكْبَرْ ٣×  اللهُ اَكْبَرْ ٤ × . اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً… لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ ..اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
الحَمْدُللهِ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَه وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَحَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نبَيَّ بَعْدَه. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ وأَنْعِمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَا عِباَدَ اللهِ,,, اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.
  قال الله عز  و جل: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
 اللهم اغفر لنا ذنوبنا خطيانا كلها .. اللهم اغفر لنا ذنوبنا ولوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغيرا..
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْن وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ  .وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .
 اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ  مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
. اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ
اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلاً وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا
رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
 عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

والسلام عليكم ورحمة الله وبر كاته

Jika Anda Membutuhkan File dalam format PDF silahkan Unduh pada tombol Download
Baca Juga: Khutbah Idul Fitri; Sifat Orang Yang Bertakwa

Posting Komentar untuk "Khutbah Idul Fitri 1443 H Tentang Puasa dan Ketaqwaan"