khutbah jum'at: Upaya Menghadapi Wabah Corona

sebelumnya sudah saya sampaikan khutbah tentang sikap orang beriman dalam menghadapi wabah corona

Hadirin……..

Sebagaimana yang kita maklumi, bahwa wabah virus corona yang melanda hampir seluruh negara di dunia ini semakin hari semakin mengkhawatirkan. Bahkan, jika kita menyaksikan tayangan TV Arab Saudi, kita akan mendapati fakta yang menyedihkan. Bagaimana tidak, ka’bah yang biasanya penuh di kelilingi manusia yang bertawaf, hingga saat ini sejak Raja Salman mengeluarkan kebijakan larangan Umroh, ka’bah terlihat sepi.

Bagi orang-orang yang memahami fenomena akhir zaman, sepinya ka’bah dari orang-orang yang thawaf adalah merupakan suatu hal yang agak mengkhawatirkan.

Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah, kita seharusnya tidak terlalu larut dalam kekhawatiran apalagi sampai berputus asa kepada Allah. Sebab, orang yang beriman, meyakini dengan keyakinan yang kuat, bahwa segala sesuatu yang terjadi dan menimpa manusia adalah sudah merupakan ketetapan atau taqdir dari Allah SWT.

Walaupun demikian, kita juga tidak boleh menganggap enteng apalagi angkuh. Kita tetap wajib berusaha untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak baik. Kita wajib melakukan berbagai upaya baik secara lahiriah ataupun bathiniyah dan diiringi dengan berpasrah diri kepada Allah SWT.

Hadirin…

Virus corona itu adalah makhluq Allah dan ia tunduk atas perintah Allah. Bisa jadi virus yang sangat kecil itu merupakan tentara dari sekian banyak bala tentara Allah yang bertujuan agar menusia segera insaf dan kembali ke jalan Allah SWT.

Pada kesempatan khutbah ini, melalui mimbar yang mulia ini saya akan menyampaikan beberapa hal yang dapat kita lakukan agar selamat dari wabah penyakit dan berbagai bencana.

Hadirin…

Upaya-upaya yang dapat kita lakukan itu, yang Pertama adalah memperbanyak membaca al-Qur’an.

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

Hadits ini, jika kita tarik ke belakang, maka bisa kita fahami bahwa bagi orang yang gemar membaca al-Qur’an, pada hari kiamat akan mendapatkan syafaat atau pertolongan, apalagi di dunia ini.

Hadirin…

Jika kita membaca al-Qur’an surah al-Hasyr ayat 21 akan kita dapati firman Allah, bahwa gunung saja akan hancur karena takut kepada Allah, sedangkan al-Qur’an itu adalah kalam Allah. Apatah lagi makhluk Allah berupa virus dan kuman-kuman penyakit.

لَوۡ أَنزَلۡنَا هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٖ لَّرَأَيۡتَهُۥ خَٰشِعٗا مُّتَصَدِّعٗا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ ٢١
Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.


Yang kedua, dalam menghadapi wabah virus corona ini, sebagai orang Islam hendaknya kita senantiasa menjaga wudhu’.
Sudah banyak penelitian yang dilakukan bahkan oleh orang-orang barat mengenai keutamaan wudhu’. Yang jelas, bagi kita, wudhu’ merupakan satu dari sekian banyak ajaran Islam yang mesti kita laksanakan. Dan Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam juga menganjurkan ummatnya untuk menjaga wudhu’ bahkan ketika akan tidur.

Sisi lain dari anjuran berwudhu’ juga bermakna agar kita terus menjaga kebersihan. Dan Islam itu identik dengan kebersihan.

Hadirin………

Upaya yang ketiga, hendaknya kita memperbanyak sholat malam atau qiyamul lail.

Sholat malam merupakan amalan yang amat dicintai oleh Allah. Allah SWT memberikan berbagai keistimewaan kepada orang-orang yang menghidupkan malam-malamnya dengan beribadah.

Waktu sepertiga malam yang akhir, yakni sekitar jam 2 atau jam 3 malam, merupakan waktu yang utama dan mustajab untuk berdo’a. Oleh karena itu, mari dimanfaatkan untuk beribadah dan berdo’a kepada Allah. Mohonlah perlindungan kepada Allah untuk kebaikan dan keselamatan diri dan keluarga.

Upaya yang keempat, perbanyak bersedekah.

Ada banyak dalil mengenai sedekah. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan hadits Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yang terkait dengan apa yang kita bahas.
إن صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ
“Sesungguhnya sedekah yang dikeluarkan secara rahasia dapat memadamkan kemarahan Allah subhanahu wa ta’ala” (HR. Tabrani)

Hadirin…

Bisa jadi, mewabahnya suatu penyakit itu pada hakikatnya merupakan bentuk kemarahan dan teguran dari Allah akibat dari dosa-dosa yang kita lakukan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ
“Sedekah akan menghapus dosa sebagaimana air dapat mematikan api” (HR. Ibnu Majah)

Oleh karenanya, upaya selanjutnya setelah kita bersedekah, maka perbanyaklah zikir terutama istighfar.

Allah berfirman dalam surah al-Anfal: 33
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِيهِمۡۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ ٣٣
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun

Hadirin…..

Amalan-amalan yang telah disebutkan tadi, memiliki keistimewaan yang luar biasa. Saya ingin sekali mengupasnya secara mendalam satu persatu, namun waktu jua yang membatasi.

Upaya terakhir yang bisa kita lakukan adalah terus berusaha memperkuat daya tahan tubuh. Bisa dengan mengikuti metode pengobatan Nabi, seperti minum madu, habbatus sauda atau berbekam.

Jika kita perhatikan, Allah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk. Sistem dalam tubuh kita ini dirancang dengan sangat unik dan luar biasa. Tubuh kita memiliki sistem pertahanan yang hebat yang dikenal dengan imunitas atau daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh kita bagus, maka tubuh akan mengobati sendiri sel-sel yang kurang sehat sehingga sejatinya kita itu tidak begitu butuh dengan obat-obatan. Kuncinya adalah ketenangan hati. Ketenangan hati didapat dengan berzikir kepada Allah SWT.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ ٢٨
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (ar-Ra’d : 28)

Hadirin…

Di zaman ini, manusia banyak yang berani menentang Allah. Apa yang Allah larang, justru itu yang mereka buat. Apa yang Allah perintahkan, mereka acuhkan. Terhadap kelompok yang seperti ini, jika terjadi sesuatu yang buruk pada mereka, maka bisa kita katakan bahwa itu adalah azab. Yang namanya azab, jika sudah terjadi tidak akan pernah membedakan pelaku maksiat atau bukan. Semua akan terkena imbasnya.

Oleh karenanya, mari kita ambil hikmah dari kejadian ini. Allah SWt ingin kita kembali kepada fitrah, memperbanyak zikir, bersedekah, menyesali segala dosa dan kembali mencintai al-Qur’an dengan banyak membacanya.

Pada khutbah kedua nanti, mari kita berdo’a dengan khusyu’ dan penuh pengharapan agar Allah menghidari kita dari segala bala’, bencana dan penyakit.

Juga pada rakaat kedua nanti, sesuai dengan himbauan dari Majelis Ulama Indonesia Pusat, mari bersama kita membaca qunut. Dan setelah salam, jika tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya kita tetap bertahan di dalam masjid untuk bersama-sama berzikir dengan zikir yang sedikit lebih lama dari biasanya, kita manfaatkan hari jum’at ini sebaik-baiknya karena jum’at merupakan waktu yang mustajab untuk berdo’a, baik siang maupun malam jum’at. Semoga Allah melindungi kita semua. Aamiin

فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ ١٥٢
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (al-Baqarah:152)

با رك الله ..............

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "khutbah jum'at: Upaya Menghadapi Wabah Corona"

Posting Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel