Kiamat : Antara Keyakinan dan Sains

Peristiwa kiamat atau kehancuran total alam semesta merupakan sesuatu yang pasti terjadi, walaupun tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan waktunya.

Saudara tentu ingat film Kiamat 2012. Pada film tersebut digambarkan bagaimana bumi ini akan hancur. Benda-benda langit saling bertabrakan dan menghujani bumi sehingga membuat bumi bagaikan dihujani api. Lautan meluap dan menenggelamkan dunia ini.

Pada film kiamat 2012 itu digambarkan pula bagaimana usaha manusia agar bisa selamat dari bencana yang luar biasa dahsyat tersebut. Mereka membuat kapal-kapal yang super canggih yang diharapkan bisa menyelamatkan mereka dari banjir besar dan hujanan bola api dari langit sampai akhirnya mereka memasuki fase kehidupan baru dengan dunia baru.

meteorit
Kita tinggalkan cerita tentang film kiamat 2012.

Sekarang kita bahas bagaimana al-Qur’an menjelaskan tentang kiamat.


Banyak ayat al-Qur’an yang bercerita tentang peristiwa yang sangat dahsyat tersebut.  Pada tulisan ini akan saya sampaikan firman Allah Swt dalam surah al-Zalzalah ayat 1-2. Al-Zalzalah berarti guncangan yang sangat dahsyat yang berasal dari kata zalzala-yuzalzilu-zalzalatan.
1. apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,
Pada ayat pertama dijelaskan bahwa kehancuran bumi pada saat kiamat kelak adalah diawali dengan guncangan yang dahsyat. Guncangan tersebut terjadi secara menyeluruh pada bumi, bukan sebagian wilayah saja. Inilah awal kehancuran alam semesta.

Pada ayat ke dua surah al-Zalzalah, Allah Swt menjelaskan bahwa akibat dari guncangan dahsyat tersebut, bumi mengeluarkan segala macam isinya seperti air dan lahar panas. Akibat keluarnya isi dalam perut bumi ini, maka permukaan bumi menjadi rata dan segala yang ada di atasnya menjadi hancur binasa sebagaimana yang disebutkan pada ayat ayat ke tiga dan ke empat surah al-Insyiqaq :
3. dan apabila bumi diratakan,
4. dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,
Terjadi gempa yang sangat dahsyat ketika itu. Semua benda yang ada di atas permukaan bumi seperti gunung-gunung akan hancul lebur dan beterbangan bagaikan debu yang tertiup angin. Hal ini Allah sebutkan dalam surah al-Waqi’ah ayat 4-6 :
4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,
6. Maka jadilah ia debu yang beterbangan,
Selain kehancuran yang diakibatkan oleh bumi itu sendiri yang memuntahkan isinya, bumi dan planet-planet lain juga akan hancur lebur karena saling bertabrakan.
Hal ini Allah sebutkan dalam surah at-Takwir : 1-3 :
1. apabila matahari digulung,
2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
Peristiwa kedahsyatan hari kiamat juga Allah jelaskan dalam surah al-Infitar : 1-3 :
1. apabila langit terbelah,
2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
3. dan apabila lautan menjadikan meluap,
Langit dibelah sebagaimana pada ayat 1 surah al-Infitar di atas mungkin menggambarkan ketika benda-benda langit seperti asteroid atau komet atau benda langit lainnya yang berukuran lebih besar masuk ke atmosfer bumi sehingga mengakibatkan pergesekan pada atmosfer dan menghasilkan cahaya yang sangat terang serta menimbulkan efek ledakan dahsyat.

Inilah proses kehancuran alam semesta yang terjadi sangat luar biasa di luar daya akal manusia dan kehancuran yang menyeluruh bukan sebagian sebagaimana yang digambarkan dalam film Kiamat 2012. Sehingga pada akhirnya Allah berfirman dalam surah al-Qashash : 88 :
كل شيئ ها لك الا وجهه
tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah

Sekarang kita lihat bagaimana sains mencoba menjelaskan mengenai kiamat itu.


Peristiwa hari kiamat hanya Allah saja yang Maha Mengetahuinya. Manusia hanya diberi sedikit pengetahuan tentang itu. Al-Qur’an hanya memberikan sedikit gambaran dan beberapa isyarat tentang kehancuran alam semesta. Apa yang menjadi perkiraan sains saat ini belum tentu sesuai dengan kenyataan sebenarnya kelak.

Akan tetapi, mengkaji kemungkinan tersebut secara ilmiah, diharapkan dapat semakin menambah keimanan kita kepada Allah Swt dan keimanan akan datangnya hari kiamat yang menjadi bagian dari rukun iman.
Baca Juga :
1. Tanda Kiamat : Tanah Arab Kembali Menghijau
2. Tanda Kiamat : Matahari Terbit dari Barat
3. Tanda Kiamat : Munculnya Api dari Hijaz
Menurut teori evolusi bintang, matahari yang merupakan bagian dari bintang-bintang, akan membesar menjadi bintang raksasa dan berwarna merah menjelang kematiannya. Pada saat itu matahari akan bersinar sedemikian terangnya sehingga lautan akan mendidih dan kering, bebatuan akan meleleh dan kehidupan pun akan punah.

Kemudian matahari akan terus membesar dan bertambah besar hingga planet-planet di sekitarnya seperti Merkurius, Venus, Bumi dan Bulan, serta planet Mars akan masuk ke dalam bola gas matahari. Mungkin inilah yang diisyaratkan oleh Allah dalam surah al-Qiyamah ayat 7-9 :
7. Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), (8). dan apabila bulan telah hilang cahayaNya, (9). dan matahari dan bulan dikumpulkan (bersatu).

Manusia sebagai makhluq Allah yang hanya mempunyai sedikit pengetahuan tidak bisa berbicara secara detail tentang peristiwa kiamat dari awal sampai tiba waktunya kehancuran alam semesta secara total. Karena, walaupun secara teori dapat diperkirakan bahwa matahari akan mejadi bintang raksasa merah sekitar 5 miliar tahun lagi, akan tetapi kepastian tentang saat kehancuran itu hanya Allah saja yang mengetahuinya.

Kehancuran total alam semesta yang merupakan kiamat bagi dunia ini sepertinya akan diawali dengan pengerutan alam semesta. Alam semesta yang mengerut menyebabkan galaksi-galaksi mulai saling mendekat dan bintang-bintang termasuk tata surya saling bertabrakan atau jatuh menimpa yang lain.
Ini Allah sebutkan dalam surah at-takwir ayat 1-2 :
1. apabila matahari digulung,
2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
Alam semesta ini akan semakin mengecil ukurannya dan pada akhirnya semua benda yang ada di alam semseta akan kembali menjadi satu kesatuan seperti pada awal penciptaannya. Ini dinamakan dengan Big Crunch (keruntuhan besar) yang merupakan kebalikan dari teori Big Bang (ledakan besar) yang merupakan awal penciptaan alam semesta.

Pengerutan alam semesta ini juga Allah gambarkan dalam surah al-Anbiya’ : 104, bahwa Allah Swt membuat perumpamaan pengerutan alam semesta ini seperti memadatnya lembaran-lembaran kertas yang digulung.
(yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.
Demikian secara singkat mengenai hari kiamat yang sesuai judul diatas, yakni antara keyakinan agama dengan sains (ilmu pengetahuan) yang sebenarnya tidak saling bertolak belakang malah saling menguatkan. Al-Qur'an menyebutkan dan ilmuan mencoba menguraikan lebih lanjut lewat teori-teori maupun penelitian.

Semoga artikel ini semakin menambah keimanan kita kepada Allah Swt.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Kiamat : Antara Keyakinan dan Sains"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel