Bintang-bintang sebagai pengaman langit (Kajian Hadits)

Sahabat yang dimuliakan Allah.

Pada tulisan ini saya ingin menyampaikan Hadits Nabi Muhammad Saw yang juga berkaitan dengan kajian ilmiah yakni mengenai bintang-bintang di langit.

Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Burdah, dari bapaknya, ia mengatakan :
"Kami shalat magrib bersama Rasulullah Saw, kemudian kami katakan 'seandainya kita duduk-duduk dan menunggu sampai kita shalat isya bersama beliau (si perawi mengatakan : kami pun duduk-duduk menunggu waktu shalat isya).
Kemudian Nabi keluar dan menemui kami dan berkata : kalian masih di sini? Kami menjawab : Wahai Rasulullah, kami shalat magrib bersama mu, kemudian kami tetap duduk di masjid agar kami bisa shalat isya bersama mu.
Nabi menjawab : Bagus kalian.

Perawi menambahkan : kemudian Nabi menengadahkan kepala ke langit dan beliau memang sering menengadah ke langit seraya berkata :
Bintang-bintang adalah pengaman bagi langit, jika bintang mati, maka datanglah pada langit sesuatu yang mengancamnya. Dan aku (Nabi) adalah pengaman bagi sahabatku, jika aku mati, maka datanglah kepada mereka sesuatu yang mengancamnya. Sahabatku adalah pengaman bagi ummat ku, jika mereka mati, maka datanglah sesuatu yang mengancam kepada ummat ku

Sahabat yang dimuliakan Allah.

bintang

Hadits di atas memang cukup panjang, namun di sini kita garis bawahi kalimat "Bintang-bintang adalah pengaman bagi langit, jika bintang mati, maka datanglah pada langit sesuatu yang mengancamnya"

Maksud dari kematian bintang adalah meredup dan memudarnya sinar bintang. Sedangkan maksud dari "Sesuatu yang mengancam langit" adalah tersingkap, terpecah belah, terbuka dan perubahan langit menjadi sesuatu yang berantakan, tidak terurus dan dipenuhi kabut asap.

Bintang merupakan benda langit yang tersebar di langit dunia berbentuk bulat atau semi bulat, berbentuk gas dan menyala-nyala, bersinar dengan sendirinya dan terikat dengan benda langit lainnya melalui daya gravitasi meskipun berbentuk gas. Bintang merupakan benda langit yang memiliki massa dan volume besar, bersuhu panas tinggi. Bintang menebarkan sinar yang dapat dilihat dan tidak dapat dilihat karena pengaruh gelombang cahaya.

Dalam siklus kehidupannya, bintang melewati beberapa fase, yaitu fase kelahiran, muda, kemudian tua sebelum kemudian meredup sedikit demi sedikit lalu kemudian padam atau meledak untuk kemudian kembali kedalam kabut langit dan memasuki siklus kehidupan bintang baru.

Bintang merupakan oven raksasa penampung atom semesta yang memproses serangkaian reaksi nuklir yang disebut dengan proses fusi nuklir yang menghasilkan segala unsur yang dibutuhkan oleh bumi dan langit dunia.

Bintang-bintang juga memiliki daya gravitasi yang sangat kuat yang saling menarik dan menguasai seluruh planet, asteroid, dan segala benda yang berada dalam orbit bintang tersebut dan terhimpun dalam satu unit kosmik yang lebih besar dan terkait satu sama lain sehingga jika ikatan-ikatan daya itu sampai terlepas, maka bintang-bintang akan berjatuhan dan akan berjatuhan pula alam semesta atau saling bertabrakan dan hancur.

Demikian penjelasan maksud hadits di atas dari sisi ilmiahnya, dan semua itu tidak lain merupakan mukjizat bagi Nabi Muhammad Saw karena kita mengetahui bahwa beliau tidak pernah mendalami ilmu astronomi.

Dan hadits ini juga diperkuat oleh ayat-ayat al-Qur'an terutama pada surah an-najm yang "berarti bintang-bintang atau gugsan bintang".

Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam
Baca : Apa Makna Tujuh Langit Itu?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Bintang-bintang sebagai pengaman langit (Kajian Hadits)"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel