Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Meraih Malam Lailatul Qadar

Tips atau cara untuk mendapatkan kemuliaan lailatul qadar.

 Tanpa terasa perjalanan waktu telah membawa kita kepada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. Itu artinya kita semakin dekat dengan malam lailatul qadar (lailatul qodr). Apa saja usaha yang bisa kita lakukan untuk meraih kemulian malam lailatul qodar itu? 

ilustrasi lailatul qodar
 Malam lailatul qodar adalah malam yang sangat mulia dan sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Begitu mulianya malam lailatul qodar ini, sehingga beribadah pada malam itu pahala nya sebanding dengan beribadah selama 1000 bulan. Seribu bulan itu lebih kurang selama 83 tahun. Itu artinya, jika pada malam lailatul qadar itu kita membaca al-Qur'an misalnya, maka nilai pahalanya sama dengan pahala yang didapatkan oleh orang yang membaca al-Qur'an selama 83 tahun. begitu juga dengan amalan-amalan lainnya. 

Dasarnya adalah firman Allah SWT dalam surah al Qodr

 لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ  

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan" 

Untuk mendapatkan kemuliaan atau keutamaan malam lailatul qadar itu tidak lain caranya kecuali dengan menghidupkan malam tersebut. Maksud dari kata "menghidupkan" malam itu dengan memperbanyak amalan-amalan, baik yang wajib maupun yang sunnah. 

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam Riwayat Imam Bukhori:

 مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  

“Barangsiapa yang mendirikan/ menghidupkan malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” 

 Kata “menghidupkan” dalam hadits di atas memiliki makna umum. Artinya pada malam-malam akhir dari bulan Ramadhan tidak hanya terpaku pada satu jenis amal ibadah saja. Ibadah apapun yang dilakukan pada malam itu sudah dianggap menghidupkan malam lailatul qadar.

Amalan apa saja yang bisa kita lakukan pada malam lailatul qadar itu? 

1. Memperbanyak shalat sunnah.

 Jika datang 10 hari akhir bulan Ramadhan, maka perbanyaklah sholat sunnah apapun jenisnya. Bisa dengan shalat tahajjud, sholat sunnah wudhu’, ataupun shalat witir. Namun untuk shalat witir, jika sudah melaksanakannya sebelumnya, maka tidak boleh lagi melaksanakan witir 2 kali dalam satu malam.

2. Memperbanyak membaca al-Qur’an 

Bacalah al-Qur’an. Semakin banyak semakin bagus 

3. Memperbanyak zikir.

Kita juga bisa memilih jenis amalan lainnya yaitu berzikir. Ada banyak jenis bacaan zikir yang dianjurkan. Seperti membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat, dan lain sebagainya. 

4. Memperbanyak membaca do’a 

Do’a adalah intinya ibadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan do’a yang sebaiknya kita baca pada malam lailatul qadar. 

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى 

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu jika saja ada suatu malam yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, apa do’a yang mesti ku ucapkan?” Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjawab “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ’anni (artinya: Ya Allah, Engkau Yang Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf, maka maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 Lalu apakah menghidupkan lailatul qadar itu harus dengan beribadah semalaman?

 Sebagian ulama mengatakan bahwa menghidup sebagian besar malam lailatul qadar sudah termasuk kedalam perbuatan menghidupkan lailatul qadar. Jadi tidak mesti semalam suntuk. Bahkan Imam asy-Syafi’i menyebutkan bahwa orang yang sholat ‘isya berjama’ah pada malam itu sudah termasuk kategori menghidupkan malam lailatul qadar. 

Hal ini sejalan dengan Hadits Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ 

“Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya berjama’ah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjama’ah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim dan Tirmidzi) 

Namun jika ingin yang lebih afdhol, maka laksanakanlah i'tikaf.

Baca di sini tentang I'TIKAF

Oleh karenanya mari kita lebih bersemangat lagi beribadah pada 10 malam akhir bulan Ramadhan tahun ini, terlebih lagi pada malam-malam ganjil agar kita memperoleh kemuliaan lailatul qadar. aamiin

Posting Komentar untuk "Cara Meraih Malam Lailatul Qadar"