Penyakit akibat memakan daging babi

Pada dasarnya, seorang muslim adalah selalu menta'ati Allah dalam segala yang diperintahkan dan berhenti dari segala yang dilarang-Nya, baik diketahui hikmah perintah atau larangan tersebut ataupun tidak. Seorang muslim tentu meyakini bahwa setiap yang Allah larang itu pasti akan mendatangkan mudhorat apabila dilanggar.

virus
Diantara hikmah pengharaman babi, sebagaimana yang dikemukakan oleh Dr. Abdul Fattah Idris, dosen Fiqh Perbandingan di Universitas Al-Azhar Mesir: Allah mengharamkan manusia untuk memakan daging babi sebagaimana terdapat dalam surah al-An'am : 145
Katakanlah, "Tidak aku temukan dalam wahyu yang diturunkan kepadaku, sesuatu yang haram untuk memakannya, kecuali bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi, sebab semua itu adalah nista (kotor) atau binatang yang disembelih untuk selain Allah; maka barangsiapa karena keadaan terpaksa dengan tidak menginginkannya lagi tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Rabb-mu Maha pengampun lagi Maha penyayang.

Secara tekstual, ayat di atas menerangkan keharaman memakan daging babi, bahkan para ulama menyatakan haram memakan seluruh bagian dari binatang babi, walaupun bukan daging. Dan disebutkannya kata "daging" dalam ayat di atas hanyalah karena memang mayoritas maksudnya adalah daging jika dimakan.

Oleh karena itu, Imam an-Nawawi dan Imam Ibn Qudamah Al-Maqdisi menyatakan ijma' (kesepakatan ulama) tentang haramnya memakan satu bagian tertentu dari binatang babi (walaupun bukan dagingnya).

Imam Ibn Hazm mengatakan,
"Sepakat seluruh ulama tentang keharaman memakannya, maka tidak halal seseorang memakan satu bagian tertentu dari babi, baik daging, lemak, urat, tulang, otak, atau pun yang lainnya".

Syari'at sudah menjelaskan alasan keharaman babi, yaitu "nista" atau kotor, yaitu najis. Dan najis harus dijauhi oleh setiap muslim. Dan ternyata bukan hanya nista atau kotor atau najis saja, bahkan ia adalah jelek dan banyaknya kandungan kejelekan atau sesuatu yang berbahaya yang mungkin bisa mencapai batas "mematikan" bagi orang yang memakannya.

Sejumlah penelitian medis ilmiah telah menetapkan bahwa babi, dibandingkan semua jenis daging hewan yang ada, termasuk daging yang banyak mengandung bahan berb*haya bagi tubuh manusia.

Diantara penyakit yang muncul karena memakan babi adalah:


1. Penyakit hewan parasit.

Hewan parasit ini seperti cacing spiral, termasuk golongan cacing yang paling berbahaya bagi manusia. Semua daging babi pasti mengandung cacing ini. Biasanya cacing ini terkumpul di dalam otot-otot. Orang yang memakan daging babi akan sangat beresiko menderita penyakit yang parah, dan cacing ini juga bisa menyerang batas diafragma sehingga bisa menyebabkan nafas terhenti kemudian mengakibatkan kematian.

Juga cacing pita yang panjangnya bisa mencapai 10 kaki, bisa menyebabkan kejang-kejang perut dan darah rendah, juga bisa menyebabkan cacing pada otak orang yang memakan daging, hati, paru-paru, jeroan, dan lain-lainnya. Cacing Scars, bisa menyebabkan disfungsi paru-paru dan komplikasi saluran pencernaan. Cacing Engcalostoma, Balharesia, Dosentaria bisa menyebabkan leukimia, pendarahan, dan penyakit lainnya yang bisa menyebabkan kematian. Dan cacing jenis lainnya yang ada di dalam babi yang jumlahnya lebih dari 30 jenis dan bermacam-macam tingkat bahayanya.

2. Penyakit dari bakteri, seperti TB (Tuberculoses), Cholera Tivudiah, Pharatefouid, demam tinggi dan lain-lain.

3. Penyakit dari virus, seperti penyakit disfungsi syaraf, disfungsi otot jantung, influenza, disfungsi mulut sapi, dan lain-lain.

4. Penyakit dari mikroba, seperti mikroba Tacsoplasma guwandi, yang bisa menyebabkan panas demam tinggi dan badan melemah, membesarnya hati dan limpa, disfungsi paru-paru, otot jantung, disfungsi syaraf yang terkait dengan pandangan dan penglihatan.

5. Penyakit-penyakit yang berkembang dari susunan biologis daging dan lemak babi, seperti penambahan persentase cairan bolic pada darah, karena daging babi tidak mengeluarkan cairan bolic kecuali 2%, dan sisanya menjadi seperti daging babi. Oleh karena itu, orang yang memakan daging babi, dikhawatirkan akan terjangkit penyakit nyeri persendian. Ditambah lagi, babi mengandung minyak lecithin (minyak babi) yang sangat berbeda dengan hewan lainnya.

Oleh karena itu, orang yang memakan daging babi yang mengandung lecithin bisa berakibat kelebihan kolesterol dalam darah mereka, sehingga menambah kemungkinan terkena penyakit kanker, jantung, pendarahan dada, yang semuanya bisa menyebabkan kematian secara mendadak.

Disamping itu, mengkonsumsi daging babi dapat mengakibatkan susahnya mencerna sebab daging babi membutuhkan waktu yang lama untuk bisa dicerna secara sempurna, berbeda dengan daging dari hewan seperti sapi dan lainnya. Juga bisa menyebabkan kegemukan (obesitas), merasa sesak pada perut dan menyebabkan lemahnya ingatan.

Banyaknya mudharat/ bahaya yang demikian dan yang mungkin masih belum terungkap, menjadi bukti bahwa Allah Swt tidak akan mengharamkan untuk memakan babi kecuali karena adanya hikmah yang agung, yaitu menjaga kemashlahatan jiwa. Dan menjaga jiwa merupakan satu dari lima pokok agama yang harus dijaga.

Wallahu a'laam

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Penyakit akibat memakan daging babi"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel