Khutbah Jum'at, 5 Nasihat Malaikat Jibril Kepada Nabi Muhammad

 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ اللَّيْلِ عَلَى النَّهَارْ، تَذْكِرَةً لِأُولِى الْقُلُوْبِ وَالْأَبْصَارْ، وَتَبْصِرَةً لِّذَوِي الْأَلْبَابِ وَالْاِعْتِبَارْ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن ِ٠فَقَالَى اللهُ تَعاَلى فِيْ كِتَا بِهِ اْلكَرِيْمِ     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ٠ 

Hadirin jama’ah jum’at rohimakumullah

Marilah kita senantiasa bertawa kepada Allah, taqwa dalam makna mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Hadirin……….

Pada khutbah kali ini, khotib akan menyampaikan sebuah hadits yang berisi nasihat malaikat Jibril ‘alaihissalam kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ yang tentunya juga merupakan nasihat untuk kita semua.

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أتاني جبريلُ ، فقال : يا محمدُ عِشْ ما شئتَ فإنك ميِّتٌ ، وأحبِبْ ما شئتَ ، فإنك مُفارِقُه ، واعملْ ما شئتَ فإنك مَجزِيٌّ به ، واعلمْ أنَّ شرَفَ المؤمنِ قيامُه بالَّليلِ ، وعِزَّه استغناؤه عن الناسِ

Jibril ‘alaihissalam pernah datang kepadaku seraya berkata, ‘Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan menjadi mayit. Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya. Dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam dan kehormatannya adalah rasa kecukupan dari manusia." (HR. Thabrani)

Jama’ah jum’at yang dirahmati Allah

Mari kita bahasa sedikit isi kandungan hadits ini.

Yang pertama:

يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, tetapi ketahuilah, sesungguhnya Engkau akan mati.”

Hadirin…

Terlalu sering kita mendengar firman Allah yang artinya bahwa “setiap yang bernyawa pasti akan mati”. Kematian akan mendatangi kita baik kita dalam keadaan siap ataupun tidak. Tidak peduli tua ataupun muda, besar maupun kecil, rakyat ataupun pejabat, semua pasti akan mengalami kematian.

Kita hidup di dunia ini hanya sebentar, sedangkan kehidupan di alam akhirat itu kekal abadi. Sebelum menuju ke alam akhirat, manusia akan mengalami kehidupan di alam kubur atau alam barzakh. Ibarat musafir yang akan berjalan menuju tempat yang sangat jauh, maka sudah tentu dia akan menyiapkan bekal. Pertanyaannya, sudahkah kita menyiapkan bekal untuk perjalanan ke alam barzakh dan alam akhirat itu?

Oleh karenanya, malaikat Jibril mengatakan, “hiduplah sesukamu”, tapi ada kalimat pembatas, “tapi ingat bahwa engkau pasti akan mati”. Setelah kematianmu, maka engkau akan menerima pembalasan atas apa yang telah engkau kerjakan selama hidup di dunia ini.

Hadirin…

Yang kedua nasihat Jibril:

وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ

“Cintailah siapa yang kamu suka, tetapi ketahuilah, sesungguhnya Engkau akan berpisah dengannya.”

Sudah menjadi sunnatullah, bahwa manusia memiliki kesenangan. Manusia memiliki rasa suka dan cinta. Manusia mencintai keluarganya. Manusia mencintai harta bendanya. Manusia mencintai jabatannya. Namun ingat, jangan sampai kecintaan itu mengalahkan rasa cinta kepada Allah dan rasul-Nya.

Cintailah sekedarnya, karena suatu saat kita pasti akan berpisah dengan yang kita cintai itu. Cinta kepada anak, suatu saat kita akab berpisah. Cinta kepada harta, suatu saat harta itu akan lenyap. Yang tetap menemani kita di alam barzakh kelak hanyalah amal sholih.

Dari Anas bin Malik Rodhiyallau ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda :

“Ada tiga hal yang akan mengikuti mayit sampai ke kubur. Dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta, dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari).

Hadirin yang dimuliakan Allah

Nasihat yang ketiga:

وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ

“Dan berbuatlah sesukamu, tapi sadarilah, sesungguhnya Engkau akan diberi balasan karena perbuatanmu.” 

Hadirin…

Tidak ada yang luput dari pengawasan Allah Ta’ala. Setiap perbuatan sekecil apapun pasti akan mendapatkan balasan setimpal, baik di dunia maupun di akhirat. 

Allah Ta’ala berfirman,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ  وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al-Zalzalah: 7-8)

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Hadirin...

Nasihat yang keempat:

واعلمْ أنَّ شرَفَ المؤمنِ قيامُه بالَّليلِ

Dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam

Hadirin, sungguh luar biasa manfaat yang akan kita dapatkan jika kita mampu mengerjakan sholat malam, yakni sholat tahajjud. Itu adalah waktu yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah. Waktu yang paling mustajab untuk berdo’a dan waktu yang paling baik untuk meminta ampun kepada Allah.

Firman Allah dalam surah al-Isro’ : 79 :

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ نَافِلَةٗ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامٗا مَّحۡمُودٗا  

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

Nasihat yang kelima:

وعِزَّه استغناؤه عن الناسِ

dan kehormatannya adalah rasa kecukupan dari manusia

Maknanya, jangan pernah berharap kepada makhluk. Cukuplah Allah tempat kita bergantung dan memohon pertolongan. Barangsiapa yang berharap kepada makhluk, maka bersiaplah ia untuk kecewa. Namun siapa yang berharap kepada Allah, sesungguhnya Allah tidak pernah mengecewakan hamba-hamba-Nya karena Allah adalah Zat Yang Maha segala-galanya.

Hadirin jama’ah jum’at rohimakumullah.

Demikian khutbah ini, semoga bermanfaat untuk kita semua.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِن الآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Posting Komentar untuk "Khutbah Jum'at, 5 Nasihat Malaikat Jibril Kepada Nabi Muhammad"