Mengenal Penyakit 'Ain dan Cara Pengobatannya

Penyakit ‘Ain merupakan suatu perkara yang nyata dan terjadi di sekitar kita, namun sangat sedikit dari kita yang menyadarinya. Hal ini bisa disebabkan karena ketidak tahuan kita akan penyakit ‘Ain itu.

Pada artikel ini saya akan menulis sedikit tentang apa itu penyakit ‘Ain dan bagaimana cara pengobatan, penangkal dan tanda-tandanya.

Apa Penyakit 'Ain Itu?


Penyakit ‘Ain adalah penyakit karena atau yang diakibatkan oleh pandangan mata j*hat.

Imam Ibnu Qoyyim mengatakan bahwa
“Penyakit ‘Ain merupakan panah penyakit yang keluar dari jiwa manusia yang memiliki sifat dengki. Dan orang yang terkena penyakit ‘Ain ketika memandang terkadang mengenai sasaran dan terkadang tidak. Jika mengenai orang yang tidak memiliki penangkal, maka ia akan terkena pengaruhnya dan jika mengenai orang yang memiliki penangkal yang kuat maka panah tersebut tidak mampu menembusnya, bahkan panah tersebut bisa berbalik kepada pelakunya, tidak ubahnya seperti orang yang memanah dengan alat panah” (Zaadul Ma’ad).

Di dalam kitab Fathul Bari, karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-Atsqolani disebutkan hadits Nabi Saw “Kebanyakan ummatku mati setelah Qada’ dan Takdir Allah adalah karena penyakit ‘Ain”.

Tanda-tanda Terkena Penyakit ‘Ain

mata
Penting bagi kita untuk mengetahui apa tanda-tanda terkena penyakit ‘Ain. Tanda-tanda tersebut Adalah : kepala sering pusing, wajah sayup menguning, banyak mengeluarkan keringat, sering buang air kecil, sering bersendawa dan menguap, susah tidur atau sebaliknya (banyak tidur), kehilangan nafsu makan, kedua tangan dan kaki sering berkeringar dan sering kesemutan, jantung sering berdebar-debar, sering timbul rasa takut yang tidak wajar, gampang marah, sering terasa galau (gundah) dan dada terasa sesak, terasa sakit pada punggung bagian bawah atau antara dua belikat, dan sering mengigau ketika tidur.

Tanda-tanda di atas bisa saja ada semuanya pada diri seseorang, bisa juga sebagian tergantung kuat atau tidaknya pengaruh ‘Ain itu. Atau bisa juga tanda-tanda diatas murni diakibatkan oleh penyakit medis. Oleh karena itu sangat perlu dilakukan cek secara medis.

Cara agar Terhindar dari Penyakit ‘Ain


Agar kita terhindar dari penyakit ‘Ain, ada beberapa usaha yang dapat kita lakukan, yaitu menjalankan perintah Allah (senantiasa mendekatkan diri kepada Allah) seperti menjaga shalat, puasa, sedekah, berzikir, mohon perlindungan kepada Allah dari penyaklit ‘Ain, membaca al-Qur’an serta meninggalkan segala larangan Allah.

Termasuk upaya agar terhindar dari penyakit ‘Ain adalah dengan berbaik sangka dan yakin kepada Allah. Bisa juga dengan cara berbuat baik kepada orang yang dengki dan berbaik sangka kepada hamba Allah.

Cara Mengobati Penyakit ‘Ain


Cara mengobati penyakit ‘Ain adalah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw dalam kitab Shahih Muslim :

العين حق, ولو كان شيئ سابق القدر سبقته العين واذا استغسلتم فاغسلوا
“Penyakit ‘Ain adalah nyata, andaikata ada sesuatu yang bisa mendahului takdir maka penyakit ‘Ain yang mendahuluinya. Jika kamu diminta mandi maka mandilah”.

Imam Ibnu Qayyim menukil dari Imam az-Zuhri tentang cara pengobatan penyakit ‘Ain, yakni orang yang mengidap penyakit ‘Ain dianjurkan memasukkan telapak tangan kanannya kedalam bejana (wadah) berisi air lalu mengambil air dalam bejana tersebut (dengan telapak tangan kanan tadi) untuk berkumur kemudian air bekas kumur itu dimasukkan kembali kedalam bejana.
Kemudian ia mengambil lagi air dari dalam bejana untuk membasuh wajahnya. Kemudian tangan kiri dimasukkan kedalam bejana dan dibasuh di dalamnya. Kemudian memasukkan tangan kanan dan menyiram lututnya sebelah kiri dengan air yang ada dalam bejana. Kemudian membasuh dengan air dalam bejana bagian dalam sarungnya.
Selama proses pembasuhan tersebut, bejana tidak boleh menyentuh tanah atau tidak boleh diletakkan diatas tanah. Kemudian air di bejana bekas basuhan tersebut disiramkan dari arah belakang kepala orang yang terkena penyakit ‘Ain dengan sekali siram. (Kaifa Tu’aliju Maridhaka Bir Ruqyah Syar’iyah).

Imam Nawawi juga menyebutkan cara mengobati penyakit ‘Ain. Beliau berkata “Cara wudhu’ orang yang mengidap penyakit ‘Ain menurut para ulama’ adalah dengan cara mengambil air dari wadah atau bejana akan tetapi bejana itu tidak boleh bersentuhan langsung dengan tanah, kemudian mengambil segenggam air dari bejana tersebut untuk berkumur kemudian air bekas berkumur itu dimasukkan kembali ke dalam bejana, lalu mengambil lagi air dari dalam bejana untuk membasuh mukanya kemudian ambil lagi air dalam bejana dengan tangan kiri untuk membasuh telapak tangan kanan. Kemudian mengambil air dengan tangan kakan untuk membasuh siku sebelah kiri (termasuk lutut). Tidak perlu membasuh antara antara kedia siku-siku dan kedua mata kaki). Lalu membasuh telapat kaki kanan dan telapak kaki kiri sebagaimana cara membasuh tangan di atas. Dan semua air yang digunakan untuk membasuh itu jangan dibuang. Kemudian membasuh sarung bagian dalam yanitu dari arah ujung bawah sarung yang sejajar dengan pinggang sebelah kanan”. (al-Minhaj Syarah Shahih Muslim).

Berlindung Kepada Allah dari Penyakit ‘Ain


Allah swt adalah pemilik langit dan bumi beserta seluruh isinya. Dan hanya kepada-Nya lah kita memohon perlindungan.

Agar kita terhindar dari penyakit ‘Ain, maka mohonlah perlindungan kepada Allah baik sebelum ataupun setelah terkena penyakit ‘Ain.

Berlindung Kepada Allah Sebelum Terkena Penyakit ‘Ain.

a. Caranya adalah sering-seringlah membaca do’a perlindungan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW :

اعوذ بكلما ت الله التامة, من كل شيطان وهامة, ومن كل عين لامة
“Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimat yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa dan setiap mata yang j*hat” (Shahih Bukhari)

b. Memohon perlindungan kepada Allah untuk anak-anak, keluarga atau siapa saja yang membutuhkan sebelum terkena penyakit ‘Ain.

Do’anya sama saja dengan do’a di atas, namun dhomirnya diganti menjadi اعيذكَ (u ‘izuka) jika laki-laki dan dan diganti menjadi اعيذكِ (u ‘izuki) jika perempuan dan seterusnya sesuai dengan kata ganti (dhomir) dalam bahasa arab.

c. Ketika seseorang memandang kepada sesuatu yang menakjubkan kemudian pada saat dia memandang itu khawatir matanya menimbulkan pengaruh jahat yang bisa mengenai dirinya, hartanya, anaknya, saudaranya, keluarganya ataupun orang lain atau hal-hal yang membahayakan, maka hendaknya membaca zikir :

ما شاء الله لا قوة الا با الله اللهم بارك عليه
“Atas kehendak Allah, tidak ada kekuatan melainkan hanya dengan (pertolongan) Allah. Ya Allah, berikanlah berkah kepadanya".
Hal ini sesuai dengan anjuran Nabi Saw dalam sabdanya ;
“Jika di antara kalian melihat dari saudaranya sesuatu yang menakjubkan, maka hendaknya dia mendo’akannya supaya diberikan berkah kepadanya” (Sunan Ibnu Majah).

Berlindung Kepada Allah Setelah Terkena Penyakit ‘Ain

a. Meruqyah diri sendiri dengan cara memegang bagian anggota tubuh yang sakit atau yang dianggap ada kelainan sambil membaca surah al-Fatihah, ayat Kursi, dua ayat terakhir surah al-Baqarah, al-ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.
Juga membaca do’a
بسم الله (3) اعوذ با الله وقدرته من شر ما اجد واحاذر (7
“Dengan menyebut nama Allah (3x) Aku berlindung kepada Allah dan dengan kekuatan-Nya dari keburukan apa yang aku rasakan dan aku khawatirkan (7x)”. (Shahih Muslim).

b. Meruqyah orang lain yang telah terkena penyakit ‘Ain baik dewasa maupun anak-anak dengan do’a ma’tsur dari Rasulullah Saw dan ayat-ayat yang telah disebut di atas.
Baca artikel : Pengalaman Meruqyah Anak Kecil
Baca do’a berikut :
با سم الله ارقيك من كل شيئ يؤذيك من شر كل نفس او عين حاسد الله يشفيك
“Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu. Dari kej*hatan setiap jiwa atau mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu”. (Shahih Muslim).

Kata ganti (dhomir) pada ارقيك menyesuaikan apakah laki-laki atau perempuan, begitupula pada kata berikutnya. Pendeknya yang ada huruf ك

Demikian semoga bermanfaat.
Baca juga artikel : Cara Agar Terhindar Dari Sihir

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Mengenal Penyakit 'Ain dan Cara Pengobatannya"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel