Mengenal Macam-macam Hati Manusia

Pembaca yang dimuliakan Allah, pada artikel ini kita akan mengulas mengenai pembagian hati manusia.

Silahkan baca juga khutbah tentang “Penyakit Hati dan Obatnya”.

Ada hadits yang cukup populer kita dengar mengenai hati. Haditsnya adalah sebagai berikut :

 أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ.

"Ketahuilah bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan apabila rusak maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah ia adalah hati." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
jantung
Berdasarkan hadits diatas kita ketahui bahwa baik atau buruknya seseorang itu bergantung pada baik atau buruknya hati orang tersebut.

Sehubungan dengan itu, hati dapat dikelompokkan menjadi:

[1]. Hati yang sehat
[2]. Hati yang sakit
[3]. Hati yang mati

Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Pada hari kiamat nanti, barangsiapa menghadap Allah Swt tanpa membawanya tidak akan selamat.

Allah Swt berfirman:

"Adalah hari yang mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat." [Asy-Syu'ara : 88-89]

Hati yang selamat didefinisikan sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah Swt dan dari setiap syubhat, ketidakjelasan yang menyeleweng dari kebenaran. Hati ini selamat dari beribadah kepada selain Allah Swt dan selamat dari berhukum kepada selain syari’at Rasulullah SAW .

Ibadahnya murni kepada Allah Swt . Cinta dan takutnya serta amalnya, semuanya lillah, karena Allah Swt. Jika ia mencintai, membenci, memberi, dan menahan diri, semuanya karena Allah Swt .
Ia tidak akan berani bersikap lancang, mendahuluinya dalam hal aqidah, perkataan atau pun perbuatan.

Allah Swt berfirman :

"Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah kalian bersikap lancang (mendahului) Allah dan Rasul-Nya, dan bertaqwalah kepada Allah Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. [Al-Hujurat : 1]

Hati yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit. Ia akan mengikuti unsur yang kuat. Kadang-kadang ia cenderung kepada kehidupan, dan kadang-kadang pula cenderung kepada penyakit. Padanya ada kecintaan, keimanan, keikhlasan, dan tawakkal kepada Allah Swt , yang merupakan sumber kehidupannya. Padanya pula ada kecintaan dan ketamakan terhadap syahwat, kibr [¹], hasad[²], dan sifat ujub, yang merupakan sumber bencana dan kehancurannya.

Ia ada diantara dua penyeru; penyeru kepada Allah Swt, Rasul SAW dan hari akhir, dan penyeru kepada kehidupan duniawi. Seruan yang akan disambutnya adalah seruan yang paling dekat, paling akrab.

Hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal siapa Rabbnya. Ia tidak beribadah kepadaNya dengan menjalankan perintahNya atau menghadirkan sesuatu yang dicintai dan diridlaiNya. Hati model ini selalu berjalan bersama hawa nafsu dan kenikmatan duniawi, walaupun itu dibenci dan dimurkai oleh Allah Swt . Ia tidak peduli dengan keridlaan atau kemurkaan Allah Swt . Baginya, yang penting adalah memenuhi keinginan hawa nafsu. Ia menghamba kepada selain Allah Swt . Jika ia mencinta, membenci, memberi, dan menahan diri, semuanya karena hawa nafsu.

Hawa nafsu telah menguasainya dan lebih ia cintai daripada keridlaan Allah Swt. Hawa nafsu telah menjadi pemimpin dan pengendali baginya. Kebodohan adalah sopirnya, dan kelalaian adalah kendaraan baginya. Seluruh pikirannya dicurahkan untuk menggapai target-target duniawi. Ia diseru kepada Allah Swt dan negeri akhirat, tetapi ia berada di tempat yang jauh sehingga ia tidak menyambutnya. Bahkan ia mengikuti setiap setan yang sesat.

Hawa nafsu telah menjadikannya tuli dan buta selain kepada kebatilan.[³]. Bergaul dengan orang yang hatinya mati ini adalah penyakit, berteman dengannya adalah racun, dan bermajlis dengan mereka adalah bencana.

Demikianlah, hati yang pertama adalah hati yang hidup, khusyu', tawadlu', lembut dan selalu berjaga. Hati yang kedua adalah hati yang gersang dan mati, Hati yang ketiga adalah hati yang sakit, kadang-kadang dekat kepada keselamatan dan kadang-kadang dekat kepada kebinasaan.


catatan :
[¹]. Kibr atau sombong adalah menganggap remeh orang lain. Rasulullah bersabda, Kibr itu menolak kebenaran dan meremehkan orang lain." HR. Muslim II/89
[²]. Hasad atau dengki adalah sikap tidak suka melihat orang lain mendapat nikmat dan mengharapkan nikmat itu lenyap darinya.
[³]. Disebutkan dalam sebuah hadits, "Cintamu kepada sesuatu akan membutakanmu dan menulikanmu," Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Al- Adab secara marfu'dan oleh Imam Ahmad dalam Musnad secara marfu'. Semuanya dari Abu Darda'. Abu Dawud tidak mengomentari hadits ini. Namun sebagian ulama menghasankannya, dan sebagian yang lain mendlaif-kannya.

sumber : almanhaj.or.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Mengenal Macam-macam Hati Manusia"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel