Pemanasan Global Sebagai Akibat dari Kerusakan Alam (efek Rumah Kaca)

Saat ini, semua kita merasakan bahwa suhu di permukaan bumi semakin panas. Tidak hanya pada siang hari, malam hari pun terasa panasnya. Ketika siang hari, walaupun matahari tidak memancarkan sinarnya, namun kita tetap merasakan hawa panas hatta ketika kita sedang berada dalam ruangan. Ini merupakan efek dari rumah kaca.

Fenomena ini sebenarnya jauh-jauh hari sudah Allah sebutkan dalam al-Qur'an surah ar-Rum ayat 41 :
"telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".

Pada ayat di atas, Allah Swt menyebutkan bahwa kerusakan yang terjadi baik di daratan maupun di lautan itu adalah akibat ulah manusia itu sendiri.

Manusia telah melakukan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan tanpa disertai dengan upaya pelestarian. Manusia menebang pohon-pohon sehingga hutan menjadi gundul. Tidak hanya ditebang, manusia melakukan pembakaran lahan dan hutan yang akibatnya muncul-lah bencana kabut asap yang sangat merugikan kesehatan manusia itu sendiri.

Termasuk juga eksploitasi hasil laut, tidak cukup pakai pukat harimau, manusia menggunakan racun bahkan b0m ikan yang mengakibatkan rusaknya ekosistem bawah laut.

Akibat hutan digunduli, maka tanah akan menjadi gersang dan tidak dapat lagi menyimpan air karena akar pohon yang berfungsi sebagai penahan air sudah hilang. Selain itu, juga rawan terjadinya longsor ataupun banjir.
efek rumah kaca
Akibat yang lebih mengerikan dari perusakan alam adalah akan berkurangnya pasokan oksigen di bumi karena pohon-pohon sebagai penghasil oksigen semakin sedikit. Sebaliknya, karbondioksida (CO₂) semakin meningkat karena tidak dapat terserap sempurna oleh pepohonan. Inilah yang disebut dengan pemanasan global atau Global Warming. Pemanasan Global atau global warming disebabkan oleh efek rumah kaca.

Pada awalnya saya mengira bahwa pemanasan global sebagai akibat dari efek rumah kaca ini adalah akibat banyaknya gedung-gedung pencakar langit yang dindingnya sebagian besar adalah kaca-kaca tebal. Jadi yang saya fahami dahulu dari efek rumah kaca adalah cahaya matahari dipantulkan oleh kaca-kaca pada dinding gedung.

Ternyata anggapan saya itu keliru. Yang benar, efek rumah kaca itu adalah pemanasan yang diakibatkan oleh terperangkapnya panas pada permukaan bumi dan tidak dapat dilepaskan kembali ke luar angkasa.

Penyebutan istilah efek rumah kaca adalah untuk memberikan gambaran bahwa terjadinya pemanasan pada permukaan bumi adalah sebagaimana yang terjadi pada model perkebunan modern yang menggunakan plastik bening (plastik kaca) untuk melindungi tanaman dari pengaruh suhu dingin.

Tanaman seperti sayur atau bunga tidak ditanam di alam terbuka, malainkan ditanam pada tempat yang didesain khusus menyerupai rumah beratap dan berdinding plastik kaca (greenhouse). Sehingga tanaman tetap mendapatkan panas sebab cahaya matahari yang masuk dan menembus plastik kaca akan menghangatkan tanah dan udara di dalamnya, akan tetapi panas itu tidak dapat keluar karena terkurung oleh plastik itu. Suhu dalam ruangan juga lama kelamaan akan semakin panas.

.........Kita kembali kepada pembahasan global warming...............

Bumi yang kita tempati ini menerima panas dari matahari. Akan tetapi, hanya 45 % panas dari matahari itu yang sampai ke permukaan bumi. Sebanyak 40 % dipantulkan lagi ke angkasa luar oleh awan dan debu-debu atmosfer, terutama debu-debu yang berasal dari letusan gunung berapi. Sisanya sekitar 15 % diserap oleh atmosfer. Sinar ultra Violet dari matahari diserap oleh lapisan ozon.

Bumi yang terpanasi oleh sinar matahari akan memancarkan lagi panas dalam bentuk sunar infra merah ke atas. Panas itu sebagian diserap oleh uap air, awan dan gas-gas penyerap panas yang disebut "Gas Rumah Kaca" yang terdiri dari CO₂ (karbon dioksida), CH4 (metan), CFC (klorofluorkarbon) dan NOx (oksida nitrogen). Sebagian sisanya dilepaskan ke luar angkasa. Awan yang menghangat juga kemudian akan memancarkan lagi panasnya ke bawah.

Inilah proses efek rumah kaca yang menyebabkan malam hari pun atmosfer bumi terasa masih cukup hangat. Tanpa efek rumah kaca, panas matahari tidak tersimpan yang bisa mengakibatkan perubahan suhu yang sangat mencolok antara siang dengan malam. Bisa kita katakan inilah manfaat dari efek rumah kaca.

Namun akan timbul masalah apabila efek rumah kaca terjadi peningkatan. Apabila panas yang diserap oleh uap air dan Gas Rumah Kaca meningkat, maka suhu pada atmosfer pun akan meningkat. Akibatnya, gunung es di kutub akan mencair sehingga ketinggian permukaan air laut di seluruh permukaan bumipun akan naik. Jika ini terjadi, akan banyak pulau dan pantai yang tenggelam.

Peningkatan suhu permukaan bumi sebagai akibat peningkatan efek rumah kacadapat mengubah iklim secara global. Bukan hanya suhu atmosfer yang meningkat, pola curah hujan pun akan berubah. ini sudah kita rasakan sekarang.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan suhu pada permukaan bumi selama ribuan tahun sangat dipengaruhi oleh konsentrasi CO₂ dan Metan dalam kurun waktu itu. Penelitian lain menunjukkan bahwa peningkatan 15 % CO₂ selama seabad ini telah meningkatkan suhu rata-rata atmosfer di permukaan bumi sekitar 0,25° - 0,50° C.

Perkembangan industri dan pemakaian kendaraan bermotor memacu peningkatan jumlah CO₂ di atmosfer. Penelitian di Mauna Loa, Hawaii, dalam waktu lebih dari 30 tahun menunjukkan bahwa konsentrasi CO₂ terus meningkat dengan laju peningkatan 0,4 % ter tahun. Jika keadaan ini terus berlangsung, pada awal abad 21, konsentrasi CO₂ di atmosfer akan menjadi 2x lipat dari konsentrasinya sebelum zaman industri.

Peningkatan suhu global pada masa yang akan datang, diperkirakan akan meningkatkan tinggi permukaan air laut sekitar 6 cm per dekade sebab es di kutub mencair. Menjelang tahun 2030, tinggi air laut rata-rata dunia meningkat sekitar 20 cm dibandingkan saat ini. Di beberapa tempat mungkin akan lebih dari itu dan di tempt lain mungkin akan kurang dari itu. Namun hal itu akan sangat mengkhawatirkan. Dalam jangka panjang, beberapa pulau akan hilang dan air laut akan menggenangi daerah pinggiran pantai.

Yang lebih mengkhawatirkan dari itu, peningkatan efek rumah kaca di bumi dan peningkatan suhu atmosfer bukan hanya menaikkan ketinggian air laut, akan tetapi menyebabkan makin cepatnya penguapan dan kekeringan.

Uap air di atmosfer merupakan penyerap panas yang baik seperti "Gas Rumah Kaca" lainnya. Bila itu ditambah dengan pelepasan CO₂ yang tidak terkendali dari kendaraan bermotor, mesin industri dan kebakaran lahan dan hutan, efek rumah kaca akan terpicu semakin cepat dan suhu bumi akan semakin cepat meningkat, air di bumi akan mengering karena uap air tidak lagi berproses menjadi awan dan hujan.

Demikian semoga bermanfaat dan menjadi bahan renungan.
Baca juga : Burung, al-Qur'an dan Penemuan Pesawat Terbang
Bahan bacaan :
- Tafsir Ilmi, Kementerian Agama RI

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Pemanasan Global Sebagai Akibat dari Kerusakan Alam (efek Rumah Kaca)"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel