Pembangunan Piramida Mesir dan Isyarat al-Qur'an

Piramida di Mesir termasuk salah satu dari kejaiban dunia. piramida dibangun pada masa kepemimpinan Fir'aun.

Al-Qur'an juga memberitakan tentang piramida ini. Pada surah al-fajr : 10-14 Allah berfirman;

10). dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),
11). yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
12). lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,
13). karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,
14). Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

Ayat diatas membicarakan mengenai proses pembangunan piramida yang mengorbankan banyak manusia dan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Sebenarnya apa yang kita kenal sekarang sebagai padang sahara dan Afrika utara adalah kawasan padang rumput dan hutan lebat, menurut para ahli, itu berada pada rentang waktu 9.000 s/d 4.000 sebelum masehi (SM).

piramida

Selain itu, curah hujan yang cukup tinggi membuat daerah tersebut menjadi subur, sungai dan danau memiliki air yang berlimpah. Penduduknya hidup dengan bertani dan menggembalakan ternak. Namun sejak tahun 3.500 SM, Afrika Utara mulai mengalami kekeringan yang diduga oleh para ahli Antropologi sebagai akibat dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, sebab, keseimbangan ekosistem alam sudah hilang.

Masyarakat Mesir sejak tahun 3.500-an sebelum masehi merupakan wilayah yang makmur. Masyarakatnya membangun irigasi untuk mangairi lahan mereka. kemakmuran dapat dilihat dari desa yang berubah menjadi kota.

Pada masa itu, rakyat mesir belum menyatu, masing-masing hidup berkelompok atau berkabilah-kabilah. Setiap kabilah memiliki nama tuhan yang berbeda-beda, namun sejalan dengan penaklukan yang berujung pada penyatuan mesir, penguasa melakukan penyatuan dalam bidang keagamaan. Mesir hanya memiliki satu tuhan, yakni Dewa Matahari yang mereka sebut "Re" dan diasosiasikan dengan diri Fir'aun.

Dengan berbekal bahwa dirinya memerintah atas nama tuhan, maka Fir'aun mulai menampilkan dirinya sebagai anak dan reinkarnasi Re. Demi menjaga kemurnian darah "tuhan", Fir'aun mewajibkan praktek Incest atau pernikahan sedarah yang pada akhirnya malah meruntuhkan kerajaannya.

Masyarakat Mesir pada masa itu percaya bahwa setelah seseorang mati, maka ia akan berpindah ke dunia lain dengan tetap menyandang status sosialnya selama didunia. Oleh sebab itu, dalam hal urusan pemakaman raja-raja mereka, mereka tidak lupa mengikutsertakan harta kekayaannya agar ketika orang tersebut berada di dunia lain, ia akan tetap berbahagia.

Namun ternyata hal ini pada kemudian hari mengakibatkan terjadinya penjarahan pada kuburan raja-raja yang terbuat dari bahan kapur dan batu granit. Lalu, untuk mencegah penjarahan lebih lanjut, dibuatlah piramida untuk melindungi kuburan raja. inilah awal dari perusakan ekosistem alam yang terjadi secara besar-besaran itu.

Pembangunan sebuah piramida, diperlukan bahan-bahan yang tidak sedikit. Diperlukan banyak batu sebagai bahan pokok dan bahan lainnya sebagai alat pengangkut batu ke lokasi pembangunan piramida. Kebutuhan kayu juga tidak sedikit. kayu digunakan sebagai bahan baku pembuatan alat angkut dan rel, sehingga eksploitasi hutan tidak dapat dielakkan.

Banyak teori yang dikemukakan tentang bagaimana piramida dibangun. Pada masa itu, teknik konstruksi bangunan tampaknya berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini didasarkan pada bentuk piramida yang berbeda-beda, dari bentuk awal yang sangat sederhana hingga bentuk mutakhir pada masa kejayaan fir'aun yang dibangun dengan struktur yang sangat kompleks dan mengagumkan.

Teori-teori mengenai bagaimana batu-batu yang berbobot hampir mencapai 15 ton sebagai bahan pembangunan piramida itu diangkut pun bermunculan. Ada yang mengatakan lewat jalur air dengan menggunakan rakit hingga ke dermaga dan kemudian diangkut dengan gerobak kayu.

Namun teori yang muncul belakangan menyebutkan bahwa batu-batu tersebut tidak diangkut dalam bentuk balok-balok batu besar, melainkan dalam bentuk bubuk batu setengah halus sehingga mudah diangkut. batu berbentuk bubuk itu kemudian di cetak secara langsung dibagian piramida yang telah ditentukan sebelumnya. Batu bubuk ini diikat dengan bahan seperti semen yang kita kenal sekarang.

Namun, jika kita melihat teori yang kedua ini, tampaknya kebutuhan besar akan bahan untuk pengangkut batu yang mengakibatkan penebangan hutan secaara besar-besaran tampaknya menjadi mentah.

Memang tidak ada yang mengetahui secara persis apakah perusakan sumber daya alam melalui perusakan hutan yang dimaksud oleh ayat diatas. Yang jelas, ayat ini tidak turun begitu saja tanpa ada maksud didalamnya.

Apapun teori yang dikemukakan, yang jelas Allah Swt mengingatkan bahwa ada kesalahan yang fatal yang telah dilakukan oleh fir'aun sehingga Allah menjatuhkan azab kepadanya dan wilayah kekuasaannya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Pembangunan Piramida Mesir dan Isyarat al-Qur'an"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel