Khutbah Jum'at : Alam Kubur

Muqaddimah silahkan dibuat sendiri
sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah …

pada kesempatan khutbah kali ini, saya mengajak kepada kita semua untuk membuat pertanyaan pada diri kita masing-masing dan kemudian kita jawab sendiri.

Pertanyaan yang pertama adalah SIAPA SAYA ?

Pertanyaan kedua adalah UNTUK APA SAYA DICIPTAKAN ?

Dan pertanyaan ketiga adalah KEMANA SAYA AKAN PERGI ?

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Tiga pertanyaan tadi hanya dapat dijawab dengan melalui perenungan (muhasabah) dan ilmu. Orang yang bisa menjawabnya dengan benar maka dialah Insan Kamil (manusia sempurna).

Siapa saya ? saya adalah Hamba Allah, sudahkah kita berperilaku sebagaimana layaknya seorang Hamba dihadapan Allah? Bagaimana ibadah kita? Bagaimana akhlaq kita? Sudah sejauh mana kita meninggalkan larangan Allah? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Untuk apa saya diciptakan ? tidak lain adalah semata-mata untuk mengabdi/ beribadah kepada Allah.

Kemana saya akan pergi? Jawabannya ada pada firman Allah dalam surah ali imran : 185
Allâh Azza wa Jalla berfirman:

tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân:185]

hadirin yang dimuliakan Allah.

Imam Muslim telah meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba ketika diletakkan di dalam kuburnya dan para pengantar telah pulang, sunggguh dia akan dapat mendengar suara sandal-sandal mereka. Datang kepadanya dua malaikat, maka keduanya mendudukkannya dan bertanya kepadanya, ‘Apa pendapatmu tentang orang ini (yakni nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam)? Adapun seorang yang mukmin akan menjawab, ’Aku bersaksi bahwasanya dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya’. Maka dinyatakan kepadanya, ‘Lihatlah kepada tempatmu di neraka, sungguh telah digantikan oleh Allah dengan sebuah tempat di surga.” Maka Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kemudian dia melihat kedua tempat tersebut.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ma’asyirol muslimin rohimakumullah…

Hadits ini menceritakan kepada kita bagaimana ‘pertanyaan yang terjadi di alam kubur’. Adapun orang-orang yang beriman akan dikokohkan oleh Allah sewaktu mereka ditanya di dalam kubur masing-masing. Itulah yang dinyatakan oleh Allah di dalam Al-Quran yang mulia:
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)

Permulaan dari alam akhirat adalah alam barzakh (alam kubur). Dan setiap orang akan ditanya oleh malaikat di dalam kuburnya sebagaimana di sebutkan dalam hadits tadi..

Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Muslim dari hadits Al-Bara’ bin ‘Azib rahimahullah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Seorang muslim ketika ditanya di dalam kubur, niscaya dia akan bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk diibadahi  kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah : ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Allah mudahkan bagi orang yang beriman dan beramal shalih untuk menjawab pertanyaan kubur dengan mengucapkan kalimah syahadat. Perkara yang akan ditanyakan oleh dua malaikat kepada seorang hamba yang baru saja meninggal, bila telah selesai dikuburkan, ada tiga hal:
• Pertama: (مَنْ رَبُّكَ) :“Siapa Rabbmu”
• Kedua: (وَمَا دِيْنُكَ); “Apa agamamu”
• Ketiga: (وَمَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِيْ بُعِثَ فِيْكُم) :“Siapa orang yang telah diutus di antara kalian ini?”

Maka seorang yang mukmin akan menjawab: “Rabku adalah Allah, agamaku adalah Islam, sedangkan orang ini adalah Muhammad utusan Allah.” Lalu ditanyakan kepadanya: “Apa yang memberitahumu mengenai jawaban ini?” Dia menjawab: “Aku membaca Al-Qur’an, beriman kepadanya, dan membenarkannya.”

Dengan demikian, seorang yang mukmin selamat dari siksa kubur karena bisa menjawab pertanyaan dua malaikat yang datang kepadanya itu. Berbeda dengan seorang yang kafir ketika ditanya: “Siapa Rabmu? Apa agamamu? Siapa orang yang telah diutus di antara kalian ini?” Dia hanya bisa menjawab: “Ha..ha.. aku tidak tahu.” Inilah keadaan seorang yang kafir sewaktu ditanya di dalam kuburnya.

Itulah fitnah kubur, yaitu pertanyaan dua malaikat yang dihadapkan kepada seorang yang baru saja meninggal. Dua malaikat yang menanyai seorang yang baru saja meninggal disebut dengan Munkar dan Nakir. Sebagaimana hal ini terdapat di dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang dikeluarkan oleh Imam At-Turmudzi dengan sanad yang hasan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ، أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ. يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَاْلآخَرُ النَّكِيْرُ

“Apabila seorang hamba telah diletakkan di dalam kuburnya, datanglah kepadanya dua malaikat yang hitam dan biru. Salah satunya disebut Al-Munkar dan yang lain disebut An-Nakir.” (HR. At-Turmudzi)

Ma’asyirol muslimin rohimakumullah…
Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk senantiasa mawas diri dalam menghadapi alam barzakh ini, karena alam barzakh ini adalah gambaran dari alam akhirat. Sedangkan alam barzakh atau alam qubur itu keadaannya bergantung dengan amal ibadah kita selama hidup di dunia ini. Alam qubur bisa saja menjadi taman dari taman-taman surga atau menjadi jurang dari jurang-jurangnya neraka.

Amal ibadah yang kita lakukan diatas dunia ini akan menjadi penerang bagi alam qubur, dan diriwayatkan bahwa salah satu yang dapat menjadi penerangan dalam qubur adalah bacaan al-Qur’an. Oleh karenanya, mumpung hayat masih dikandung badan, perbanyaklah membaca al-qur’an, perbanyaklah shodaqoh, perbanyaklah sholat, dan tinggalkan perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.

Sebab, jika izrail telah datang, badan akan menggigil, ruh dicabut dengan satu sentakan yang sangat menyakitkan, tubuh akan terbujur kaku, dimandikan, dikafani dan disholatkan lalu dikuburkan, maka tidak ada lagi sanak saudara yang akan menolong, tidak ada lagi harta yang dapat dijadikan tebusan kecuali apa yang sudah kita shodaqohkan, tidak ada lagi kedudukan yang dapat dibanggakan, yang ada hanya menanti pembalasan dengan didahuli menjawab pertanyaan malaikat munkar dan nakir. Tidak ada lagi kebanggaan kepada anak-anak kecuali seorang anak yang senantiasa berdo’a dan memintakan ampunan kepada Allah bagi orang tuanya.

Ayyuhal ikhwan, mati itu teramat sakit, siksa kubur teramat dahsyat, dan tubuh dalam keadaan terasing. Tidak ada teman kecuali amal. Amal baik yang kita lakukan, maka teman didalam kubur adalah seseorang yang bagus rupanya, dan sebaliknya, jika maksiat dan dosa yang kita lakukan, maka teman kita adalah seseorang yang amat buruk rupanya dan sangat busuk badannya.

Kita berlindung kepada Allah dari azab kubur, dan kita juga mendo’akan semoga seluruh keluarga dan sanak kerabat kita juga Allah lepaskan dari azab qubur. Amin
Baarokallahu..........
.............................................................

- اللهم أخرجنا من ظلمات الوهم،

- وأكرمـنا بنور الفهـــــــم،

- وافتح علينا بمعرفة العلم،

- وحسّن أخلاقنا بالصبر والحلم،

- وبارك لنا في حياتنا بصلة الرحم،

- ونوّر قلوبنا ومستقبلنا بالأحكام والحكم،

- إنك أنت ربنا يا ذا الجلال والإكرام

- اللهم نور قلوبنا بالايمان والقران, واهدنا الى سبل السلام بالهداية والعرفان

- وأصلح أجسادنا بالعافية والاحسان , وحسن أقوالنا بالصدق والبيان

- واجعل أعمالنا بالاخلاص والشكران

- وثبت علومنا بالعمل والعمران - وباعدنا عن سوء الفهم والنسيان – امين يا مجيب الداع وياذا الغفران

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Khutbah Jum'at : Alam Kubur"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel