Tips memilih pasangan (calon suami/ istri)

Masalah terbesar dalam pernikahan diantaranya adalah terlau terburu-buru dalam memilih pasangan hidup tanpa melihat dan meneliti calonnya terlebih dahulu. Banyak diantara pasangan muda mudi yang terburu-buru dalam memilih calon hanya karena melihat kecantikan, materi atau kedudukannya semata.

Kesalahan dalam memilih pasangan ini akan berdampak besar terhadap kelangsungan kehidupan berumah tangga. Banyak perceraian terjadi baik pasangan yang telah lama menikah maupun pasangan yang baru saja menikah. Berbagai data yang disampaikan media massa menunjukkan kenaikan angka perceraian yang cukup signifikan.

married

Islam dengan ajaran syari'atnya yang tinggi dan aturan-aturannya yang lengkap sudah mengatur dan memberikan tuntunan kaidah-kaidah umum bagi mereka yang akan menikah. Jika satu pasangan mengikuti petunjuk tersebut, rumah tangga mereka akan berada pada posisi saling memahami dan penuh ketenteraman.

Oleh karena itu, aturan tersebut cukup jelas bagi kita mengenai apa yang harus dilakukan untuk kesuksesan suatu ikatan rumah tangga, menjaga dari kerusakan dan kehancuran, mencegah broken home  (kegagalan rumah tangga) yang akan berakibat pada gangguan psikologis pada anak.

Berikut kaidah atau tips dalam memilih pasangan.

1. Utamakan Agama

Rasulullah Saw sangat menekankan untuk memilih pasangan yang baik agamanya. Maksud agama disini adalah pemahaman hakiki terhadap agama Islam dan penerapannya dalam kehidupan. Sehingga pengertian agama disini mencakup pada makna yang luas, bukan hanya pada seberapa tinggi pendidikannya, tapi lebih kepada seberapa jauh pengamalannya.

2. Mengutamakan Norma kejujuran

Di antara kaidah-kaidah yang ditawarkan Islam dalam memilih pasangan satu sama lain adalah memilih pasangan hidup dari keluarga baik-baik dan berbudi luhur, memiliki kejujuran yang murni dan asal usul yang jelas karena hidup manusia untuk terpaut satu sama lain, baik dan buruknya dan sifat saling memberi dengan sesama.

3. Memilih yang pintar

Maksudnya adalah pintar bergaul, yaitu mempunyai kemampuan lebih karena maksud dan tujuan perkawinan adalah pergaulan dan muamalah serta hidup yang baik. Semua itu tidak akan terwujud tanpa kepintaran. Disamping itu, seseorang harus menghindari menikah dengan orang bodoh karena dikhawatirkan akan menurun pada anaknya.

4. Memilih orang yang jauh

Maksudnya adalah, sebaiknya memilih pasangan yang tidak ada hubungan kekerabatan. Maksud dan tujuannya adalah untuk menjaga keturunan, menjaga keselamatan jasmani dari penyakit-penyakit cacat maupun penyakit keturunan. tujuan lainnya adalah memperluas silaturrahim keluarga dan mempererat ikatan kemasyarakatan.

Ilmu genetik juga menyatakan bahwa pernikahan antar kerabat akan menjadikan keturunannya lemah dari segi jasmani, intelegensi, dan akan menurunkan sifat-sifat dan tabiat yang kurang baik dan juga adat kebiasaan yang buruk pada anak.

5. Pilihlah pasangan yang subur

Maksud subur disini adalah tidak ada kecenderungan untuk tidak memiliki anak, serta sehat jasmani dan rohani. bagi laki-laki dalam memilih istri, diutamakan memilih wanita yang subur, hal ini dapat dilihat pada orang tuanya dan saudara-saudara perempuannya yang sudah menikah.

Diriwayatkan dari Ma'qil bin Yasar ra., dia berkata : seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw, dan berkata :
"Ya Rasulullah, aku mencintai seorang perempuan yang berkedudukan dan cantik, akan tetapi dia mandul, apakah aku boleh menikahinya? Rasul menjawab "jangan". Kemudian dia datang lagi untuk kedua kalinya, Rasul masih melarangnya. Kemudian datang lagi untuk yang ketiga kalinya, lalu Rasul berkata "Menikahlah dengan yang engkau cintai dan bisa memiliki keturunan, sesungguhnya aku bangga melihat ummatku banyak". (HR. Abu Daud dan an-Nasai)

6. Pilihlah pasangan yang cantik

Maksud cantik disini adalah seperti yang dikatakan oleh Syekh Ar-Ramly, yaitu "sifat yang melekat pada diri atau zat yang berkarakter bagus".Kecantikan seorang istri akan membuat suami lebih percaya diri, lebih menjaga pandangan dan lebih melanggengkan kasih sayang.

Tabi'at manusia adalah cenderung pada sesuatu yang indah (cantik/ tampan). itulah salah satu sebab kenapa Rasulullah menganjurkan untuk melihat calon istri terlebih dahulu sebelum menikah, yaitu dengan melihat wajahnya agar mengetahui sisi cantiknya.Hal ini berdasarkan pada sabda Nabi Saw :

Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Allah SWT melainkan istri yang shalehah, yaitu yang kalau disuruh dia taat, ketika dilihat dia menyenangkan, dan kalau diberikan rezeki dia pergunakan pada yang baik, dan kalau suami tidak ada, dia menjaga diri dan harta suami" (HR. Ibnu Majah).

Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Raudhoh al-Muhibbin menulis tentang kecantikan. Ia berkata : Ketahuilah bahwa kecantikan itu di bagi dua, yaitu kecantikan lahir dan kecantikan batin. Kecantikan batin atau kecantikan dari dalam (Inner beauty) itulah sebenarnya yang disukai orang. Dia adalah kecantikan dari sudut ilmu, kecerdasan, tata krama, kesucian dan keberanian.

Inner beauty akan turut menghiasai penampilan luar. oleh sebab itu jika seseorang dari sisi wajah mungkin tidak cantik, maka inner beauty nya akan menutupi, sehingga dia akan tetap terlihat anggun. dan sebaliknya, kecantikan luar belum tentu akan bisa menutupi kelemahan kecantikan dalam (inner beauty).

Itulah diantara sifat-sifat terpenting yang semestinya dicari oleh setiap muslim/ muslimah dalam memilih pasangan hidup berumahtangga agar tercipta suatu keluarga yang harmonis, bahagia dan langgeng.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Tips memilih pasangan (calon suami/ istri)"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel