Khutbah Jum'at : Istiqomah

Saudara-saudara kaum muslimin rohimakumullah

Syukur alhamdulillah sampai detik ini Allah swt masih senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmatNya kepada kita semua, dimana nikmat-nikmat itu tidak dapat kita hitung, sebagaimana firmanNya wa in ta’uddu ni’matallahi la tukhsyuha………… 

Untuk itu, selaku ummat yang beriman kepada Allah dan RasulNya, hendaklah kita senan tiasa bersyukur kepada Allah swt, dan Allah sudah berjanji, barang siapa yang bersyukur kepada-Ku, nisacaya Aku tambah nikmatmu dan barang siapa yang ingkar ingatlah sesungguhnya azab-Ku sangat pedih…………

Wujud dari rasa syukur tersebut adalah dengan jalan bertaqwa, yang secara ringkas dapat kita artikan yaitu menjalankan segala apa yang diperintah oleh Allah swt serta menjauhi segala apa yang dilarangNya. Dan ketahuilah, sebaik-baik bekal bagi kita nanti setelah kita mati adalah taqwa, sebagai mana Allah berfirman dalam QS al_Baqoroh ayat 197

Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.

Hadirin…………….

Suatu hal yang teramat penting untuk kita perhatikan adalah apabila kita sudah bertekad untuk bertaubat kemudian bertaqwa, adalah bagaimana usaha kita agar teguh pendirian dalam taubat dan ketaqwaan tersebut, yang dalam bahasa al-quran disebut dengan istiqomah.

Mengenai orang-orang yang istiqomah ini, Allah swt menjelaskannya dalam QS al-Ahqof : 13

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah, Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
 Dan didalam QS. Fushshilat : 30

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

Mengenai QS. fushshilat : 30 ini sudah kita jelaskan pada khutbah terdahulu yaitu Allah mengutus malaikatNya kepada anak adam yang beriman dan istiqomah dengan keimanannya ketika menghadapi sakarotul maut untuk menghibur agar jangan bersedih

Itulah janji Allah kepada hamba-hambaNya yang istiqomah. Dimana Allah memberikan kemuliaan kepada mereka baik ketika hidup diatas dunia ini, maupun ketika menghadapi sakarotul maut dan sesudah maut.

Hadirin………..

Istiqomah merupakan salah satu perkara yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim, karena dengan istiqomah itu kita tidak akan pernah merasa takut untuk mengamalkan ajaran islam dan mewujudkan nilai-nilai keimanan kita, serta orang yang istiqomah tidak akan pernah bersedih apabila menemui segala sesuatu yang tidak menyenangkan sebagai akibat dari keimanannya kepada Allah swt.

Memang untuk menggapai istiqomah ini merupan suatu perkara yang sangat berat, bahkan oleh rasulullah sekalipun, namun bukan berarti beliau tidak sanggup untuk istiqomah, melainkan karena beliau khawatir bahwa kita ummatnya ini yang tidak bisa istiqomah. Dalam QS hud : 112 Allah berfirman :

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

Ibnu Abbas ra. Berkata sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad Ali ash-Shobuny dalam tafsirnya, yaitu tafsir ash-shobuni mengenai ayat ini : tidak diturunkan satu ayatpun dalam al-Quran kepada rasulullah yang lebih berat dari ayat ini, sehingga para sahabat berkata kepada Nabi, “rambut engkau cepat beruban wahai rasulullah” Rasulullah menjawab "surah Hud dan ayat lain tentang istiqomah yang telah menyebabkan rambut saya cepat beruban". Rasulullah sangat khawatir jika ummatnya seperti ummat-ummat terdahulu, yaitu mereka cepat berubah ketika ditinggalkan oleh nabi-nabi mereka.

Ini menunjukkan bahwa istiqomah itu bukan hanya penting, tetapi juga menyangkut martabat manusia, yaitu bahwa kemulian dan kehinaan seseorang salah satunya sangat bergantung apakah ia bisa istiqomah atau tidak dalam keimanannya.

Oleh karena itu, jangan sampai kita bermain-main dalam keimanan, jangan hanya jika sudah kepepet dan kesusahan maka baru kita beribadah dengan tekun, tapi jika kesusahan itu sudah hilang, maka berbalik lagi kepada kezholiman. Orang yang tidak istiqomah, maka hatinya akan cenderung kepada hal-hal yang yang tidak benar, dan ini sudah diingatkan oleh Allah dalam kelanjutan surah hud diatas, yaitu dalam ayat 113

dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

Hadirin…………..

Tadi sudah dijelaskan sekilas mengenai istiqomah atau teguh pendirian itu, maka selanjutnya mari kita simak hal-hal apa saja yang harus kita miliki dalam masalah istiqomah

1. Istiqomah dalam akidah

Diantara makna aqidah adalah ikatan yang menunjukkan bahwa ketika seseorang telah mengakui Allah sebagai Tuhan nya, maka ia harus mau terikat dengan segala prinsip-prinsip hidup yang telah digariskan oleh Allah swt. Ibarat bangunan, akidah adalah pondasinya, sehingga luas bangunan itu akan berdiri sesuai dengan pondasinya.

Maksudnya adalah sebagai seorang muslim hendaklah memiliki keyakinan yang kokoh serta tidak dicampuri dengan hal-hal yang merusak iman, seperti kemusyrikan, baik syirik kecil yaitu suka pamer atau riya’, maupun syirik besar, yaitu mengakui dan meyakini adanya tuhan lain selain Allah, atau menyekutukan Allah dengan makhluq, baik berupa benda-benda mati, maupun kepada makhluq hidup seperti jin dan manusia atau hewan.

2. Istiqomah dalam syari’ah dan akhlaq

Sebagai bentuk nyata dari keislaman yang sudah kita ucapkan,, maka setiap kita harus menjalankan segala tuntunan syari’at dengan sebaik-baiknya dan berakhlaq sebagaimana akhlaq rasulullah. Istiqomah dalam masalah ini sangat penting untuk selau diingatkan, karena ketika kita ingin menjalani kehidupan sesuai ajaran Islam, maka akan kita dapati bernagai kendala yang dapat melemahkan semangat kita. Dan yang tak kalah beratnya adalah godaan yang berasal dari hawa nafsu kita sendiri. Allah mengingatkan dalam QS. Al-Jatsiyah : 18

kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.

Istiqomah dalam syari’at dan akhlaq juga bisa kita fahami dari ayat 153 surah al-An’am

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

Maksudnya adalah janganlah kamu mengikuti agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan selain agama islam. Mujahid mengartikan kata as-subul dalam ayat diatas yaitu segala macam perbuatan yang tidak sesuai dengan peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dalam al-quran dan sunnah.

Banyak contoh dalam kehidupan ini orang-orang yang tidak istiqomah dalam syari’at dan akhlaq, misalnya ketika kesulitan dalam bidang ekonomi, maka orang yang tidak istiqomah akan melakukan apa saja demi untuk mencukupi kebutuhannya, padahal awalnya dia berprinsip hanya akan mencari nafkah dengan cara yang halal saja, atau orang yang menyadari segala kesalahannya selama ini, maka ia menyesal dan bertaubat, namun kemudian berbalik lagi ketika ia merasa bahwa aturan-aturan islam itu begitu berat dan sangat mengekang kebiasaannya. Dan masih banyak lagi contoh perbuatan yang tidak baik yang dilandasi dari sikap tidak istiqomah.

3. Istiqomah dalam perjuangan

Rasulullah saw diutus oleh Allah swt untuk menyebarluaskan dan menegakkan syari”at islam dimuka bumi ini, rasulullah dengan para sahabatnya telah menunjukkan hasil yang gemilang sehingga islam tersebar luas dimana-mana di penjuru dunia ini.

Wafatnya Rasulullah beserta para sahabatnya bukan berarti perjuangan menegakkan agama islam ini berakhir. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama sesuai dengan bidang dan kemampuan kita. Orang kaya berjuang dengan hartanya, orang alim berjuang dengan ilmunya, para pemuda berjuang dengan jalan belajar agama, orang miskin berjuang dengan do’anya.

Memang harus diakui bahwa apapun bentuk perjuangan kita, pasti akan menghadapi kendala, disinalah dituntut sikap istiqomah. Orang yang dermawan misalnya, bisa saja menjadi bakhil dikemudian hari jika tidak istiqomah, karena seperti yang sudah disebutkan tadi, bahwa hawa nafsu senantiasa membayangi setiap langkah manusia.

Orang alim bisa saja berhenti berdakwah jika dia tidak istiqomah, para pemuda yang tidak istiqomah akan sangat mudah dihinggapi penyakit malas untuk belajar ilmu-ilmu agama, terpengaruh dengan berbagai kemaksiatan seperti jud1, n4rk0b4 dan lain sebagainya, padahal mereka adalah pemegang tongkat estafet penerus perjuangan agama Islam ini.

Para nabi-nabi Allah adalah contoh pejuang-pejuang tangguh dalam berdakwah. Mereka tidak pernah berhenti walau berbagai tantangan selalu menghadang. Para nabi tidak boleh mundur jika dakwah mereka ditolak oleh kaumnya. Para nabi dituntut untuk berlapang dada, sebagaimana firman Allah :

Maka boleh Jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan Dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu. (QS. Hud : 12)

Hadirin……………

Harus kita fahami bahwa istiqomah dalam perjuangan adalah meyakini kebenaran dari apa yang kita perjuangan itu dan kemudian terus menerus memperjuangkannya, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah, banyak pengikut maupun sedikit, disaat banyak yang suka maupun banyak yang benci. Jadi para pejuang agama islam ini harus memiliki hati atau jiwa yang kuat sebab tanpa jiwa yang kuat, maka tidak akan mungkin bisa bertahan.

Akhirnya walaupun istiqomah dalam hidup ini adalah suatu perkara yang berat, namun bukan berarti kita tidak bisa menggapainya. Dengan usaha yang sunguh-sungguh dan selalu memohon pertolongan Allah swt, insya Allah kita akan dapat menggapai derajat istiqomah itu, Dan jika kita telah beristiqomah, maka Allah memberikan jaminan perlindungan dan kebahagiaan kepada orang tersebut, sebagaimana yang tercantum dalam QS. Fushshilat ayat 30 tadi. Semoga Allah selalu meneguhkan pendirian kita dan memantapkan iman kita semua. Amin

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

barokallahu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Khutbah Jum'at : Istiqomah"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel