Cara supaya sukses di masa muda

Setelah kita yakin bahwa menjadi kaya itu adalah hak setiap orang, maka selanjutnya adalah kita harus bermimpi. Mimpi di sini bukan sembarang mimpi, mimpi maksudnya adalah sebuah imajinasi yang diikuti oleh sebuah usaha yang sungguh-sungguh pantang menyerah agar mimpi-mimpi atau keinginan kita itu segera menjadi kenyataan.

Imajinasi itu merupakan suatu kecerdasan yang di anugerahkan Allah kepada kita semua dalam bentuk hiburan yang menyenangkan, karena dari imajinasi inilah lahir ide-ide kreatif dan gagasan-gagasan baru untuk berproses menjadi nyata.

bisnis

Bahasa sederhananya, imajinasi itu adalah fisualisasi, maksudnya kita menggambarkan dalam fikiran kita secara nyata apa yang kita inginkan, bayangkan seolah-olah itu sudah terwujud. ingat sebuah ungkapan yang mengatakan, apa yang kita fikirkan itu yang akan kita dapatkan.

Paman saya yang tidak pernah berjumpa dengan saya, Thomas Alfa Edison berkata : "Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan". Banyak orang yang menjadi besar karena mimpi.

Pada tahun 1954, seorang salesmen mesin susu kocok bermimpi (bukan mimpi ketika tidur ya) membangun sebuah industri Fast Food , dia adalah Raymond Krock dan industri Fast Food nya adalah McDonald's yang sekarang hampir disetiap kota kita temui.

Dan tentu saja, selain orang yang sukses dari mimpi, banyak juga yang gila karena mimpi, nah lho, mereka adalah para penjud1, terutama jud1 tog3l, setiap orang ditanyai mimpi apa, bahkan orang gila juga ditanyai nomor berapa yang keluar,, hehehe yang mana yang lebih gila. Mereka bermimpi menjadi kaya dalam waktu singkat tanpa harus kerja keras dan membanting tulang. Aduh kasihan, kaya no, melarat iya. Kita tentu tidak ingin gila, kita ingin kaya dan sukses, untuk itu selain bermimpi kita juga harus berusaha.

Ada banyak jenis usaha yang dapat kita lakukan, tak perlu terpaku pada pemikiran bahwa usaha itu adalah sesuatu yang dilakukan dengan peras-peras keringat, banting-banting tulang alias kerja keras. Kerja keras itu memang perlu, tapi kerja cerdas juga sangat perlu.

Jadi kita harus merubah pola fikir dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, jangan bayangkan hal-hal yang menakutkan dulu, karena kita akan mundur dan tidak jedi berusaha, jangan bayangkan bahwa sukses itu harus punya modal besar, sukses itu harus punya bakat, dll. Pada artikel sebelumnya di ulas bahwa kita dapat memulai usaha dari hobi, sudah baca belum....? yuk kita bahas:

A. Hobby

Hobi itu adalah sesuatu yang sangat kita sukai dan kerap dilakukan sebagi pengisi waktu senggang, sehingga ada yang mengatakan bahwa hobi itu dapat dikembangkan menjadi sebuah prestasi dan dapat dibanggakan.

Berolahraga merupakan sebuah hobi dan dapat dikembangkan menjadi atlet, mengikuti perlombaan, menjadi juara bahkan dapat hadiah. Atau bisa juga dengan membuka toko alat-alat olahraga.

Memancing juga hobi, tapi harus pintar dikemas agar mendapatkan uang, bukan malah menghabiskan uang dan waktu berharga kita. Ada suatu keuntungan membuka usaha yang dimulai dari hobi, karena kita akan dengan senang hati melakukannya, minimal rasa bosan akan mudah ditepis.

Oleh sebab itu, munculkan keberanian untuk memulai suatu usaha, kemudian berdayakan segenap pengalaman dan hobi kita kedalam usaha yang kita rintis, jadi jangan pernah takut, sebab kita tidak akan bisa usaha apapun jika yang terbayang hanya ketakutan.

B. Bakat

banyak orang yang mundur untuk berwirausaha karena merasa tidak berbakat, bakat memang penting, tapi bukan segalanya. mungkin kita memang tidak berbakat dalam satu hal, tapi bukan berarti kita tidak berbakat di bidang lain.

Percuma saja berbakat kalau tidak ada keinginan action . Jadi jangan terpaku pada pemikiran "wajar dia sukses, dia memang berbakat". Sukses bukan milik orang berbakat, tapi milik orang yang mau sungguh-sungguh berusaha.

C. Kesempatan

Kesempatan tidak datang dua kali" pernah dengar itu kan...? Biasanya kalimat serupa akan kita dengar ketika kita menghadapi dua pilihan yang sama-sama sulit untuk dipilih. Mengambil kesempatan yang ditawarkan atau menolak.

Orang yang ingin sukses biasanya mengambil semua kesempatan yang datang kepadanya. Lain dengan orang yang selalu dihantui rasa takut, terlalu banyak mikir, menimbang-nimbang untung rugi sampai akhirnya kesempatan itu disambar orang, baru dech nyesal. Apakah semua kesempatan harus diambil....? tidak juga.

Adakalanya kita harus melepaskan suatu kesempatan, untuk menuju kesempatan yang lebih baik. disinilah diperlukan penilaian/ pengamatan yang baik dalam suatu masalah, apakah kesempatan yang datang itu akan membawa kebaikan atau malah mendatangkan keburukan.

Terus, bagaimana kalau kesempatan itu tidak datang lagi...? ya kita sendiri yang harus menciptakan kesempatan, sebenarnya kesempatan itu selalu ada, hanya kita saja yang tidak menyadarinya... setuju....?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Cara supaya sukses di masa muda"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel