Al-Qur'an Berbicara Mengenai Sidik Jari

Pada akhir abad ke 19 ditemukan fakta bahwa sidik jari seseorang itu tidak berubah dan dapat dipergunakan sebagai identitas. Sebelumnya, sidik jari hanya diketahui sebagai guratan-guratan pada jari jemari seseorang tanpa memiliki makna apapun.

Adalah Sir Francis Goly, seorang peneliti yang pada tahun 1800-an mengungkapkan bahwa pada lingkaran ujung jari seseorang-yang kemudian dikenal dengan sidik jari- adalah unik dan berbeda pada setiap individu.

Dari penelitian dan temuan selanjutnya yakni pada tahun 1880, diterapkanlah pola identifikasi individu, utamanya dalam kaitan dengan perbuatan kriminal.

Padahal, jauh sebelumnya, al-Qur’an sudah memberikan isyarat mengenai hal ini. Disebutkan dalam surah al-Qiyamah ayat 3-4 :
3). Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
4). bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

Ayat ini turun untuk menjawab keraguan orang kafir terhadap kekuasaan Allah untuk membangkitkan kembali makhluk dari kuburnya dan mengidentifikasi serta membedakan antar individu. Allah menegaskan bahwa Ia Maha Mampu untuk mengumpulkan kembali tulang-belulang yang berserakan dan telah bercampur dengan material lain dalam tanah.
cap jari
Contoh Sidik Jari

Sebagian ulama memahami bahwa ayat ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk menciptakan tulang-belulang baru yang sama dengan apa yang dimiliki oleh seseorang ketika hidupnya di dunia. Apapun maknanya, al-Qur’an menjelaskan dan menegaskan bahwa manusia akan dibangkitkan setelah kematiannya.

Sebagian ulama lain mengatakan bahwa penyebutan “jari-jemarinya’ dalam ayat itu berkaitan dengan sidik jari manusia. Terlebih lagi karena ayat ini saling berkaitan dengan ayat lain yang berbicara mengenai cara Tuhan mengenali setiap individu pada hari kiamat.

Penyebutan kata “jari-jemarinya” secara khusus dalam ayat tersebut sangat menarik perhatian dan menggugah rasa ingin tahun untuk kemudian mengungkapkan fakta ilmiah nya.

Pada era modern, fakta-fakta tentang keunikan sidik jari semakin jelas terungkap. Pola sidik jari seseorang ternyata dibentuk hanya beberapa saat sebelum bayi dilahirkan. Pola tersebut tidak berubah dan tetap ada seumur hidupnya, kecuali ada sebab-sebab tertentu yang terjadi pada jarinya, seperti terluka atau luka bakar.

Demikian uniknya pola sidik jari ini sehingga seseorang yang kembar identik sekalipun, memiliki pola DNA sekuens yang sangat mirip pula, tetap akan memiliki pola sidik jari yang berbeda. Teknik identifikasi dengan memakai sidik jari diakui secara legal oleh banyak organisasi kepolisian dunia. Legalisasi secara internasional ini sudah berjalan lebih dari 25 tahun. Bahkan di banyak negara, identifikasi dengan sidik jari ini sudah dilakukan lebih dari 100 tahun.

Sampai saat ini, belum ada teknik verifikasi identifikasi lain yang dapat melampaui efektivitas pengenalan melalui sidik jari. Kode dan pola sidik jari mungkin dapat diidentikkan dengan barcode yang dipakai dalam dunia perdagangan modern sekarang.

Sekali lagi ditegaskan, bahwa al-Qur’an mengatakan sesuatu yang dengan kemajuan ilmu pengetahuan, menjadi kenyataan dan berguna bagi kehidupan manusia. Dan pola identifikasi melalui pola sidik jari ini sekarang dipadukan dengan pola test DNA.

Pengungkapan DNA baru dimulai pada tahun 1953 oleh Francis Crick memalui suatu disiplin ilmu yang bernama Ilmu Genetika.

Lagi-lagi jauh-jauh hari al-Qur’an sudah mengungkapkannya.
Dalam surah ‘Abasa ayat 18-19, Allah berfirman :
18. dari Apakah Allah menciptakannya?
19. dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya[¹].
[¹] Yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya.

Secara literal, kata “qaddarahu” biasa diterjemahkan dengan “menentukannya”. Jadi, kata ini bisa diartikan dengan : mengatur, merancang, merencanakan, memprogram atau melihat ke masa depan. Dengan demikian, kata ini dapat saja ditafsirkan sebagai kinerja kromosom yang diketahui sekarang ini.

Pada dasarnya, semua sifat yang ada pada seseorang, baik fisik maupun non-fisik, merupakan campuran yang datang dari kedua orang tuanya. Bentuk perawakan bahkan pola tekanan darah seseorang tidak hadir begitu saja, namun diturunkan dari salah satu ataupun kedua orang tuanya.

Semoga informasi ini bermanfaat dan semakin menambah keimanan kita kepada Allah dan kepada al-Quran.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Al-Qur'an Berbicara Mengenai Sidik Jari"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel