Khutbah Jum'at, Ingatlah Kepada Allah Niscaya Dia ingat kepada mu

Seperti biasa mukaddimah silahkan ditambahkan sendiri
Hadirin jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah.

Marilah kita terus berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Taqwa dalam makna mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Taqwa merupakan wujud nyata rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita.

Dan Allah berfirman,

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Selanjutnya mari kita memperbanyak membaca shalawat kepada baginda Nabi Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam terutama di hari jum’at ini.
Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi)

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Khutbah kita kali ini beranjak dari firman Allah dalam al-Qur’an suroh al-Baqoroh ayat 152

فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Makna Dzikir secara umum meliputi seluruh bentuk ibadah, seperti shalat, puasa, haji, membaca Al-Qur’an, berdo’a, bertasbih, bertahmid, tahlil, dan berbagai ketaatan lainnya. Semua ibadah itu pada hakikatnya dikerjakan untuk mengingat Allah, menaati-Nya, dan beribadah kepada-Nya.

Secara khusus, dzikir bermakna menyebut Allah ‘Azza wa Jalla dengan lafazh yang bersumber dari Allah seperti membaca Al-Qur’an, atau lafazh yang datang melalui lisan Rasul-Nya ṣhallallāhu ‘alaihi wa sallam, yang di dalamnya terdapat pengagungan, penyucian, pemuliaan dalam rangka untuk ingat kepada Allah. Makna inilah yang dimaksud dalam sunnah ketika berbicara tentang dzikir.

Hadirin yang berbahagia.

Ada banyak sekali keutamaan zikir yang telah dijelaskan oleh para ulama. Bahkan para ulama hampir bersepakat bahwa amal yang paling utama setelah sholat fardhu adalah dzikir. Artinya, amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah itu yang pertama jelas yaitu menunaikan sholat wajib, setelahnya adalah berzikir kepada Allah.

Oleh karena itu, setiap kita selesai melaksanakan sholat fardhu, janganlah tergesa-gesa untuk beranjak, paksakan diri untuk berzikir kepada Allah. Kecuali jika memang ada keperluan yang sangat mendesak.

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca
لا إله إلا الله لاشريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”(HR. Malik).

Kita juga dianjurkan untuk membaca ayat kursi setiap habis sholat fardhu.
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tiada yang menghalanginya masuk surga kecuali maut (kematian).” (HR. An-Nasai) maknanya adalah balasannya adalah surga.

Lihatlah bagaimana luar-biasanya balasan Allah atas amalan yang sebenarnya ringan untuk dikerjakan ini. Tapi mengapa kita seakan-akan berat untuk mengerjakannya. Semua itu tidak lain karena dorongan nafsu dan godaan syetan. Syetan tidak ingin kita mendapatkan keutamaan-keutamaan itu.

Padahal kita pernah bahkan sering mendengar kisah bagaimana keajaiban-keajaiban yang Allah berikan kepada hamba-hambanya yang banyak berzikir.

Kita tau kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, bagaimana beliau diselamatkan Allah dari kobaran api yang luar biasa lantaran zikir hasbunallahu wani’mal wakil.

Kita tau kisah Nabi Yunus yang Allah selamatkan dari 3 kegelapan, kegelapan malam, kegelapan lautan dan kegelapan perut ikan lantaran zikir la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh zholimin.

Ini Allah sebutkan dalam surah ash-Shoffat ayat 143-144
فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ
Maka kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

Hadirin yang dimuliakan Allah

Berzikir itu merupakan perintah Allah. Perhatikan surah al-Ahzab ayat 41-42

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكۡرٗا كَثِيرٗا وَسَبِّحُوهُ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam membuat perumpamaan antara orang yang berzikir dengan yang tidak berzikir sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori,
“Perumpamaan orang-orang yang berzikir kepada Allah dengan orang yang tidak mau berzikir adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.”

Ketahuilah bahwa dalam menjalani hari-hari kita, terkadang hati kita mengalami kegelisahan dan kesusahan. Sedangkan zikir kepada Allah adalah obatnya.

Firman Allah dalam surah arro’du ayat 28

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Oleh karena itu Marilah kita berusaha untuk mengisi hari-hari kita dengan banyak berzikir kepada Allah. Dalam setiap aktivitas kita, jangan pernah lupa berzikir karena balasannya sangat besar.

Allah berfirman

وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمٗا .....
… laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab : 35)

Demikianlah khutbah kita kali ini. semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Khutbah Jum'at, Ingatlah Kepada Allah Niscaya Dia ingat kepada mu"