Penciptaan Makhluk dari Tanah Liat

Tulisan ini masih berkaitan dengan artikel tentang Penciptaan Makhluk.
Silahkan baca artikelnya dengan judul : Penciptaan makhluk.
Seperti biasa, sebagai landasan dalam tulisan ini akan saya kutip Firman Allah dalam al-Qur'an :

1. Surah al-An'am : 2
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkitan itu).
2. Surah al-Mu'minun : 12
dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah
3. Surah al-Hijr : 26
dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk
4. Surah ar-Rahman : 14
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar
5. Surah Maryam : 67
dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) ia tidak ada (belum berwujud) sama sekali?
cipta

Pembaca yang dimuliakan Allah.

Dari ayat-ayat yang saya kutip diatas terlihat betapa pentingnya peranan tanah liat dalam penciptaan makhluk hidup.

Telaah awal dari kejadian manusia berawal dari Surah al-Mu'minun : 12 tadi mengindikasikan bahwa tanah tersebut mengandung unsur-unsur yang diperlukan bagi proses kehidupan.

Tanah mengandung banyak atom atau unsur metal (logam) maupun metalloid (seperti logam) yang sangat diperlukan sebagai katalis dalam proses reaksi kimia maupun biokimia untuk membentuk molekul-molekul organik yang lebih kompleks. contoh unsur-unsur itu antara lain, besi (Fe), tembaga (Cu), kobalt (Co), mangan (Mn), dan sebagainya.

Dengan tambahan unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), dan oksigen (O), maka unsur-unsur metal maupun metalloid di atas mampu menjadi katalis dalam proses reaksi biokimia untuk membentuk molekul yang lebih kompleks seperti ureum, asam amino, atau bahkan nukleotida. Molekul-molekul ini dikenal sebagai molekul organik, pendukung sebuah proses kehidupan.

Kata "lumpur hitam" dalam surah al-Hijr : 26 diatas mengisyaratkan keterlibatan molekul air (H2O)dalam proses terbentuknya molekul-molekul pendukung proses kehidupan. Seperti diketahui, Air adalah media bagi terbentunya suatu proses reaksi kimiawi dan biokimiawi untuk membentuk suatu molekul baru.

Kata "yang diberi bentuk" mengisyaratkan bahwa rekasi biokimiawi yang terjadi dalam media berair itu telah menjadikan unsur-unsur yang semula "hanya atom" menjadi "molekul organik dengan susunan dan bentuk tertentu", seperti asam amino atau nukleotida.

Kata "tanah kering seperti tembikar" dalam surah ar-rahman : 14 diatas mengisyaratkan terjadinya proses polimerasasi atau rekasi perpanjangan rantai molekul dari asam-asam amino menjadi protein atau dari nukleotida menjadi polinukleotida, termasuk molekul Ribonucleic Acid (RNA) dan Desoxyribonucleic Acid (DNA), suatu materi penyusun struktur gen makhluk hidup. DNA dan RNA ini dikenal sebagai materi genetik yang ada hampir pada semua makhluk hidup. Demikian penjelasan Achmad Baiquni dalam bukunya Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan Kealaman halaman 185-202.

Pada beberapa tahapan selanjutnya, molekul-molekul kehidupan yang paling awal ini masuk ke dalam susunan sel paling sederhana yang terbentuk dari tanah pula.

Kalimat "padahal (sebelumnya) ia tidak ada (belum berwujud) sama sekali dalam surah Maryam : 67 diatas mengisyaratkan bentuk-bentuk makhluk monosel ini atau bahkan bentuk-bentuk pra kehidupan yang lebih awal, seperti molekul-molekul protein atau DNA. Makhluk monosel inilah yang kemudian secara evolusioner (bertahap) berkembang menjadi makhluk multi seluler, termasuk manusia.

Proses pentahapan ini tentu terjadi dalam kurun waktu yang panjang, mencapai jutaan bahkan miliaran tahun. Naman dalam pandangan Sang Pencipta, yakni Allah SWT, kejadian ini tampak sekejap saja.

Dari telaah diatas dapat dimengerti bahwa tampaknya al-Qur'an memberikan isyarat bahwa proses penciptaan manusia melalui tahapan-tahapan tertentu, mulai dari tanah, sari pati (berasal dari) tanah, tanah liat kering dari lumpur yang diberi bentuk, dan tanah kering seperti tembikar.

Dalam bahasa sains, rangkaian ini mirip rangkaian pada evolusi biokimia yang mengawali evolusi biologis, yaitu evolusi dari unsur-unsur kimia esensial yang kemudian membentuk molekul-molekul sederhana, kemudian terbentuk molekul yang kompleks karena adanya polimerisasi, dan terus bergabung dengan tanah liat jenis montmorillonite menjadi makhluk uni seluler yang paling sederhana. Evolusi berjalan terus sampai terbentuknya organisme multiseluler yang kompleks, termasuk spesies manusia.

Demikian Semoga bermanfaat. Wassalam

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Penciptaan Makhluk dari Tanah Liat"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel