Keajaiban tulang ekor part 2

Mengenal Tulang Ekor Manusia


Sahabat yang berbahagia.

Kita coba melanjutkan kembali pembahasan hadits Nabi Muhammad saw tentang keajaiban tulang ekor.

Pada abad-abad awal sejarah Islam, mungkin belum begitu terungkap secara jelas makna hadits Nabi Muhammad Saw tentang tulang ekor ini. Baru pada dekade terakhir abad ke-20, disiplin ilmu embriologi dapat memberikan penjelasan bahwa proses pembentukan janin dimulai dengan an-Nuthfah al-Amsyaj (campuran sperma dengan ovum atau yang lebih dikenal dengan sebutan zigote. zigote terus melakukan pembelahan berlipat sampai menjadi seperti buah mulberry dan kemudian dikenal dengan istilah morula.
ekor
Selanjutnya ia membentuk bulatan dan memiliki rongga dalam yang mengandung cairan khusus sehingga ia kemudian dikenal dengan istilah blastula yang kemudian tertanam di dinding rahim pada hari keenam atau ketujuh sejak permulaan proses pembuahan. sehingga saat menjadi segumpal darah ia telah menempel di dinding rahim san menyantap apa saja yang tersedia di dinding rahim berupa darah dan cairan.

Pada hari ke lima belas usia janin, mulai terlihat benang tipis yang menentukan pangkal dan ujung janin. benang inilah yang disebut dengan istilah benang dasar. dan inilah awal terbentuknya seluruh sistem tubuh janin sebagaimana yang di isyaratkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa tulang ekor merupakan pangkal penciptaan manusia.

Dari Tulang ekor pula manusia akan dibangkitkan kembali.


Dalam uji eksperimen yang dilakukan berulang-ulang (1931 - 1935), ilmuwan Jerman, Hans Spemann dan kawan-kawan (Tim) berhasil membuktikan bahwa benang dan simpul pemula sebagaimana di atas merupakan tulang ekor. Keduanya bertanggung jawab untuk menciptakan seluruh sistem janin. Sehingga keduanya juga disebut sebagai "pengorganisir pertama".

Mereka berani memastikan hal tersebut dengan memotong pengorganisasi pertama (tulang ekor) ini dari sejumlah hewan melata, lalu mentranplantasikannya kedalam embrio-embrio lain. Ajaibnya, ternyata tulang ekor ini tumbuh sebagai janin kedua di dalam janin tuan rumah.

Tim ini juga melakukan uji penumbukan dan perebusan tulang ekor pada suhu panas yang tinggi dan jangka waktu yang lama, kemudian mentranplantasikan kedua tulang yang telah ditumbuk dan direbus kedalam embrio lain, hasilnya tulang ekor itu tetap dapat tumbuh dan membentuk poros janin kedua.

Hal ini memberikan penegasan kepada mereka bahwa sel-sel tulang ekor ini tidak akan dapat dimusnahkan sama sekali dengan proses penumbukan dan pemanasan. Penemuan ilmiah ini mengantarkan Spenmann meraih Hadiah Nobel tahun 1935, padahal ia tidak mengetahui sama sekali hadits Nabi Saw yang telah menyinggung apa yang ditemukannya.

Pada tahun 1424 hijriyah tepatnya pada bula Ramadhan, Dr. Utsman Jilan dan beberapa rekannya melakukan penelitian serupa di Yaman. Dalam penelitian tersebut mereka membakar lima tulang sulbi kambing selama sepuluh menit dengan menggunakan senjata gas yang biasa digunakan untuk berperang sehingga kelima tulang tersebut menjadi arang karena sangat panasnya. Setelah itu mereka teliti kelima tulang sulbi tersebut ke laboratorium. Hasilnya, ternyata sel-sel tulang tersebut ternyata tidak berpengaruh sama sekali dengan pembakaran dan masih tetap dapat bertahan hidup.

Maha Benar Allah dan benar pula apa yang disampaikan Rasul-Nya, bahwa dari tulang sulbi/ tulang ekor ini manusia awal diciptakan dan dari tulang ekor ini pula manusia akan dibangkitkan kembali pada hari kiamat kelak.

Tulang ekor ini tetap utuh meskipun seluruh tubuh manusia telah hancur binasa di dalam kubur, lalu pada hari kiamat, Allah akan menurunkan hujan khusus sehingga dari tulang ekor atau tuling sulbi ini manusia akan tumbuh kembali sebagaimana pertumbuhan kecambah ataupun cendawan.

Wallahu a'lam

Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Keajaiban tulang ekor part 2"

  1. Subhanallahh .. Maha Benar allah Dan Segara Firmannya :) sudah terbukti banyak yang dikatakan oleh nabi itu benar namun masi banyak yang tutup mata akan kebenaran tersebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Ainnul, benar mas, apa yang di ucapkan oleh Nabi Muhammad 14 abad yang lalu sudah banyak terbukti melalui penelitian ilmiah,.

      Delete

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel