Penjelasan mengenai Ibadah Qurban

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sobat yang baik hati, berhubung sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah atau biasa disebut hari raya haji atau hari raya qurban, maka pada tulisan ini saya akan sedikit mengulas tentang ibadah qurban atau biasa ditulis kurban.

Kita awali dengan apa Pengertian Qurban serta apa Hukumnya?

Qurban adalah binatang yang dis*mbelih dengan tujuan ibadah kepada Allah swt. Pada hari raya haji dan tiga hari setelahnya (tanggal 11-13 dzulhijjah).

dalil qurban
Hukum qurban

Sebagian ulama’ berpendapat bahwa Qurban itu wajib, sedangkan sebagian yang lain berpendapat sunnah.

Alasan/dalil yang berpendapat kurban itu wajib (bagi yang mampu):

Firman Allah swt.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ﴿١﴾ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴿٢﴾ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ﴿٣
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”(Al-kautsar/108:1-3)

Sabda Rasulullah saw.:
عن ابى هريرة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من وجد سعة فلم يضح فلايقربن مصلانا(رواه احمدوابن ماجه)
Dari Abu Hurairah, “Rasulullah saw. Telah bersabda: Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Alasan/dalil yang berpendapat bahwa Qurban hukumnya sunnah:
امرت باالنحروهو سنة لكم(رواه الترمذى)
”Saya disuruh menyembelih kurban dan kurban itu sunnah bagi kamu”(HR.Tirmidzi).

Binatang Yang Sah Sebagai Qurban Dan Syarat-Syaratnya:

1.Domba yang telah berumur satu tahun lebih atau sudah berganti giginya.
2.Kambing yang telah berumur dua tahun lebih.
3.Unta yang telah berumur lima tahun lebih.
4.Sapi, kerbau yang telah berumur dua tahun lebih.

Sabda Rasulullah saw.:
Dari Barra’ bin ‘Azib, Rasulullah Saw. Telah bersabda: “empat macam binatang yang tidak sah dijadikan kurban: (1)rusak matanya, (2)sakit, (3) pincang, (4) kurus yang tidak berlemak lagi.” (HR. Ahmad, dan dinilai shahih oleh Tirmidzi).

Dan hadits Rasulullah saw.
Dari Jabir, Rasulullah saw. Bersabda: janganlah kamu menyembelih untuk kurban kecuali yang musinnah(telah berganti gigi). Jika sukar didapati, maka boleh jaz’ah (yang baru berumur satu tahun lebih) dari biri-biri.” (HR. Muslim).

Seekor kambing hanya untuk kurban satu orang, diqiaskan dengan denda meninggalkan wajib haji. Tetapi seekor unta, kerbau, dan sapi boleh untuk kurban tujuh orang.

Dalilnya adalah hadits berikut ini:
Dari Jabir, “kami telah menyembelih kurban bersama-sama rasulullah saw. Pada tahun hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim)

Kapan Waktu Menyembelih Qurban?

Waktu menyembelih kurban adalah mulai dari matahari setinggi tombak pada hari raya haji sampai terbenam matahari tanggal 13 dzulhijjah (bulan haji).

Rasulullah saw. Bersabda:
من ذبح قبل الصلاةفانمايذبح لنفسه ومن ذبح بعدالصلاةوالخطبتين فقداتم نسكه واصاب سنةالمسلمين(رواه البخاري)
“Barang siapa menyembelih kurban sebelum shalat hari raya haji, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang menyembelih kurban setelah shalat hari raya haji dan dua khutbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan islam.” (HR. Bukhari)

Yang di maksud dengan shalat hari raya dalam hadits tersebut ialah waktunya, bukan shalatnya, karena mengerjakan shalat tidak menjadi syarat menyembelih kurban.

Sunnah tatkala menyembelih

Tatkala menyembelih kurban disunnahkan beberapa hal berikut:

1. membaca bismillah.
2. membaca shalawat atas nabi saw.
3. takbir (membaca Allahu akbar).
4. berdo’a supaya kurban diterima allah swt., seperti: "ya Allah, ini perbuatan dari perintah-Mu, saya kerjakan karena-Mu, terimalah oleh-Mu amalku ini.
5. binatang yang di sembelih itu hendaklah dihadapkan ke kiblat.

wallahu a'lam

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Penjelasan mengenai Ibadah Qurban"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel