Mengapa Do'a kita tidak dikabulkan

Sahabat sekalian. Setiap kita ketika berdo'a tentu saja mengharapkan do'a kita dikabulkan oleh Allah Swt. Namun terkadang kita merasa kalau do'a yang sudah dipanjatkan tersebut terkesan tidak dikabulkan. Di sini kita harus berhati-hati jangan sampai berburuk sangka kepada Allah, yang perlu kita adalah mengoreksi diri.

Setiap kita minimal tujuh belas kali dalam sehari mengucapkan اهدنا الصراط المستقيم
itu berarti secara langsung ataupun tidak, kita meminta kepada Allah agar selalu diberikan jalan hidup yang lurus dan benar.

Namun kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya. Kita lebih merindukan kehidupan dalam kubangan kemaksiatan, dan ini berarti bahwa permohonan kita belum dikabulkan oleh Allah, sehingga kita kesulitan menemukan jalan kebahagiaan, ketenangan dan hakikat hidup yang sebenarnya.
doa
Seorang ulama besar yang hidup pada abad ke 9 hijriyah, Ibrahim bin Adham menyebutkan, ada sepuluh hal yang menjadi sebab do'a tidak didengar oleh Allah Swt, hal tersebut adalah :

1. Kita mengetahui bahwa Allah itu Tuhan, tetapi kita tidak memperlakukan Allah sebagai Tuhan.

Maksudnya adalah, kita tidak mau melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan tidak mau meninggalkan apa yang Allah larang.

2. Kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad Saw itu utusan Allah, tetapi kita tidak mau mengikuti sunnah nya.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Q.S Ali Imran : 31 "Katakanlah (hai Muhammad), jika jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi mengampuni dosa-dosa mu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Adalah suatu hal yang mustahil, seseorang dapat menjadi hamba Allah yang baik dan benar jika dalam perjalanan hidupnya mengabaikan ajaran Rasulullah Saw.

3. Kita mengakui bahwa Surga itu ada, tetapi kita tidak mau beramal seperti amalan ahli surga.

Amalan ahli surga adalah amalan sholih yang sudah diajarkan Allah melalui Rasulnya yaitu nabi Muhammad Saw. Seorang muslim yang menyadari akan kenikmatan surga di akhirat kelak, tentu akan memperbanyak amal ibadahnya dengan penuh keikhlasan dan juga mengamalkan sunnah Rasulullah Saw.

4. Kita mengakui bahwa neraka itu benar adanya, tetapi kita mengerjakan amalan ahli neraka.

Masalah neraka sama dengan masalah surga, keduanya merupakan hal Ghaib yang wajib kita imani. Terkadang dalam menjalani kehidupan, baik secara sadar atapun tidak, kita mengerjakan hal-hal yang dapat mengantarkan kita kepada neraka.

Oleh sebab itu sangat penting bagi kita untuk melakukan koreksi diri seraya beristighfar/ memohon ampun kepada Allah dan bertaubat dari segala perbuatan dosa.

5. Kita sering melihat orang mati, tetapi tidak mau mengambil pelajaran darinya.

Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. dan menurut beberapa riwayat, bahwa perumpamaan berpisahnya ruh dari jasad, adalah bagaikan kambing yang dikuliti hidup-hidup.
Datangnya ajal atau kematian merupakan suatu rahasia Allah, dan ini dimaksudkan agar ummat manusia mempersiapkan bekal untuk menuju alam barzakh.

Oleh karenya, kita harus mengambil hikmah ketika bertakziah, bahwa hari ini si fulan yang mati dan besok tinggal menunggu giliran kita, sehingga dengan demikian akan membuat hati kita yang keras menjadi lunak dan segera sadar.

6. Kita mengaku musuh setan, tetapi kita patuh kepada ajakannya.

Setan adalah musuh yang nyata bagi kita yang selalu berusaha untuk menggelincirkan ummat manusia dari jalan yang benar agar kelak bersama-sama dineraka.

7. Kita membaca al-Qur'an tetapi tidak mengamalkan isinya.

Ini merupakan permasalah yang besar bagi ummat Islam dewasa ini. al-Qur'an hanya menjadi sekedar bacaan tanpa mengamalkan isinya, bahkan yang lebih parah lagi, masih banyak ummat islam yang tidak bisa membaca al-Qur'an, apalagi untuk memahami dan mengamalkan isi kandungannya, padahal al-Qur'an merupakan petunjuk bagi manusia.

8. Kita disibukkan oleh aib orang lain dan lupa kepada aib sendiri.

Kita lebih suka memperhatikan kesalahan dan kelemahan orang lain, tetapi lupa akan dosa dan kesalahan yang kita perbuat.

9. Kita tidak pernah bisa bersyukur.

Betapa banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita, tetapi kita tidak pernah mensyukurinya, sehingga dengan demikian, bagaimana mungkin Allah mau menambah sedangkan terhadap nikmat yang sudah ada saja kita mengingkari.

Demikian diantara sebab kenapa do'a kita tidak dikabulkan Allah untuk menjadi bahan renungan, dan Nabi Muhammad Saw senantiasa berdo'a "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari do'a-do'a yang tidak Engkau dengar dan tidak Engkau kabulkan".

Wallahu a'lam

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Mengapa Do'a kita tidak dikabulkan"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel