Khasiat Daun Sirsak untuk mengobati kanker

Mengenal Khasiat Daun Sirsak dan Sarang Semut


Siapa yang tidak mengenal sirsak....? kebangetan dech, rasanya hampir semua orang mengenal sirsak, hanya saja penyebutannya dimasing-masing daerah berbeda, ada yang menamainya dengan sebutan nangka belanda, durian belanda dan orang Jambi menyebutnya "Duren Belando".

Daun sirsak diyakini dan teruji untuk mengatasi penyakit kanker, seperti kanker serviks, kanker payudara, dan prostat. selain itu, daun sirsak juga terbukti secara ilmiah mengatasi antara lain kanker paru-paru, ginjal, pankreas, dan usus besar. (berdasarkan hasil riset peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin). Daun sirsak yang selama ini terabaikan itu ternyata mujarab dalam membunuh sel kanker.

Apa sebenarnya kandungan daun sirsak? Prof. Soelaksono Sastrodihardjo,. Ph.D, (Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung), yang meneliti daun sirsak bersama Jerry L McLaughlin menemukan senyawa aktif acetogenins. Mereka melakukan uji praklinis dengan memanfaatkan beragam sel kanker seperti sel kanker paru-paru dan pankreas. Tujuan dari penelitian itu adalah untuk mengembangkan ilmu pengobatan dalam mengatasi kanker.

Daun sirsak mengandung Acetogenins yang berfungsi menghambat ATP (Adenosina Trifosfat) yang memberi energi pada sel kanker. ATP merupakan sumber energi di dalam tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP. Acetogenins masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energi di dalam sel kanker pun berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Hebatnya acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP. Senyawa itu tak menyerang sel-sel lain yang normal di dalam tubuh.

Acetogenins mengganggu peredaran sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP. Dampaknya, mitosis atau pembelahan sel kanker terhambat. Sel kanker membelah sangat cepat yakni setiap 2-5 jam, sedangkan sel normal 7-14 hari. Pembelahan cepat memerlukan energi besar dari ATP. Jika pasokan energi berkurang akibat ATP terhambat, maka aktivitas sel kanker melamban dan terjadi apoptosis alias program bunuh diri sel.

contoh tanaman sirsak dan sarang semut papua
Actogenins dalam daun sirsak mengendalikan mitokondria yang overacting. Bila mitokondria normal, maka pertumbuhan sel kanker dapat terkendali. Bahkan disebutkan bahwa daun sirsak membunuh sel-sel kanker usus besar hingga 10.000 kali lebih kuat dibanding adriamycin dan kemoterapi. Adriamycin yang mempunyai nama generik doxorubicin merupakan obat untuk mengatasi berbagai jenis kanker seperti leukemia, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker pankreas.

Sedangkan Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memasukkan zat atau obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker. Menurut peneliti di Cancer Chemoprevention Research Center Universitas Gadjah Mada (CCRC–UGM), Nur Qumara Fitriyah, riset McLaughlin menunjukkan dengan dosis kecil saja, daun sirsak efektif memberangus sel kanker. Berdasarkan riset McLaughlin ED50 ekstrak kasar daun sirsak < 20 µg/ml, sedangkan ED50 senyawa murni cuma < 4 µg/ml. Artinya dengan dosis rebusan 10 – 15 daun sirsak masih aman dikonsumsi.

Menurut Ervizal AM Zuhud (kepala Bagian Konservasi dan Keanekaragaman Tanaman, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor), penelitian mengenai khasiat sirsak sempat ditutupi-tutupi selama 10 tahun karena ‘mengancam’ kelangsungan hidup kemoterapi dan industri kimia. Apalagi harga sirsak murah. Hasil penelitian itu, baru tersebar setelah keluarga dari seorang peneliti mengidap kanker dan mempublikasikan di dunia maya.

Berbagai lembaga riset di tanah air juga mulai menguak rahasia daun sirsak dan kerabatnya. Sekadar menyebut contoh, periset di Pusat Studi Biofarmaka IPB, Prof. Dr. Latifah K. Darusman, hingga kini meriset komponen kimia yang dominan di daun sirsak. Sedangkan peneliti di Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Sismindari,. meriset khasiat biji dan daun srikaya yang kaya ribosome inactivating protein (RIP). Menurut Prof. Dr. Sismindari,. RIP mampu merusak sintesis protein pada sel yang sedang tumbuh sehingga mati. Konsumsi daun sirsak bukan hanya untuk para pasien (baca : orang sakit), tetapi juga baik bagi orang sehat.

Menurut Ervizal AM Zuhud, khasiat daun sirsak bagi orang sehat adalah menambah kekebalan tubuh dan mencegah asam urat. Bagi pria, daun sirsak menambah jumlah dan memperkuat sperma. Di Indonesia kini para dokter dan herbalis meresepkan daun sirsak kepada para pasien. Ada yang meresepkan secara tunggal – hanya daun sirsak, tetapi ada pula yang meracik kombinasi daun sirsak dengan herbal lain seperti rimpang temuputih dan sambiloto. Mereka meresepkan daun sirsak antara lain untuk mengatasi beragam kanker.

Hasil penelitian itu menyimpulkan bahwa daun sirsak dapat dijadikan sebagai pengganti kemoterapi pada pasien kanker. Menurut Lina Mardiana (Herbalis asal Yogyakart), Khasiat daun atau buah sirsak itu untuk mengeliminasi radikal bebas, mengeringkan sel kanker, menyembuhkan peradangan di dalam tubuh, dan terutama meningkatkan stamina pasien agar tubuh tidak lemah. Para dokter dan herbalis seperti Valentina Indrajati di Bogor, Jawa Barat, memilih daun yang sedang – tak terlalu tua dan tak terlampau muda. Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6.

Para herbalis meresepkan daun sirsak bukan melulu untuk mengatasi sel kanker. Daun sirsak juga digunakan untuk mengatasi bronkhitis dan kejang, bisa juga untuk pasien yang menderita peradangan, misalnya radang tenggorokan, usus, pencernaan dan ambeien.

Saat ini di pasaran telah tersedia ekstraksi daun sirsak dalam bentuk kapsul, sehingga semakin memudahkan kita untuk merasakan khasiatnya. banyak juga orang yang lebih memilih untuk membeli bibit sirsak.

Herbal dapat memerangi kanker secara langsung dan juga baik digunakan sebagai komplementer (pelengkap) pengobatan konvensional. Herbal dapat meningkatkan kekebalan, mengurangi efek samping atau komplikasi penyakit dan pengobatannya serta meningkatkan kualitas hidup. Secara spesifik, ada 2 herbal yang belakangan ini begitu banyak dicari oleh orang-orang yang mencari alternatif pengobatan kanker karena dikabarkan ampuh untuk melawan berbagai jenis kanker. Selain daun sirsak, telah ditemukan juga hasil alam yang terdapat di Papua, yaitu berupa tumbuhan yang disebut dengan Sarang Semut.

Dokter sekaligus herbalis yang bernama dr. Paulus Wahyudi Halim menyatakan pendapatnya sehubungan dengan pengobatan kanker, "Tak ada peluru ajaib untuk menembak kanker. Tanaman obat harus campuran sehingga sinergis dan hasilnya maksimal. Sinergisme juga menetralisir efek samping."

Dari kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengobatan secara alternatif akan lebih efektif jika mengkonsumsi herbal yang sinergis sehingga saling melengkapi dalam membantu pengobatan. Sarang Semut dan Daun Sirsak sangat bagus jika digunakan secara bersamaan untuk saling melengkapi dalam membantu pengobatan kanker. Cara kerja kedua herbal yang sinergis ini dapat membantu efektifitas pengobatan yang Anda atau keluarga Anda jalani.

Sejak tahun 2006 herbal Sarang Semut sudah digunakan oleh ribuan orang untuk membantu pengobatan berbagai jenis kanker, dan khasiatnya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, baik sebagai herbal tunggal maupun pelengkap. Rata-rata mereka yang menggunakan herbal ini merasakan perbaikan-perbaikan yang signifikan dalam waktu satu sampai dua bulan penggunaan saja. Jenis Sarang Semut yang sering dipakai sebagai obat tradisional adalah: Hydnophytum Formicarum Myrmecodia tuberosa, Myrmecodia Pendans (semut genus Ochetellus).

Di Indonesia hanya kapsul ekstrak kering atau campuran ekstrak kental dengan bahan pengering yang diizinkan POM untuk dijual. Kapsul bubuk kering tanpa proses ekstraksi berbahaya lantaran senyawa-senyawa aktif di dalam kapsul tidak dengan serta merta terlepas di lambung atau usus sehingga ada ampas yang menyebabkan hati dan ginjal bekerja ekstra keras untuk detoksifikasi. Penggunaan dalam waktu lama dapat mengakibatkan kerusakan pada hati dan ginjal. Kalau sudah diekstrak, senyawa aktifnya mudah terlepas dan diserap usus sehingga aman bagi hati dan ginjal.

Sarang Semut kaya antioksidan kuat seperti tokoferol, flavonoid dan tanin. Sarang Semut bekerja dengan memerangi radikal bebas yang memicu kanker sehingga mencegah sel-sel kanker berkembang dengan pesat. Anti oksidan bersifat imunomodulator yaitu menguatkan sel-sel yang sehat untuk menghadang kanker. Mekanisme yang sudah berhasil diungkap adalah sitotoksik (penghambatan siklus pembelahan sel) dan induksi apoptosis (merangsang proses bunuh diri sel kanker).

Senyawa aktif yang sudah berhasil diidentifikasi antara lain adalah flavonoid glikosida, tanin, stigmasterol, dan inhibitor histone deacetylase (HDAC). Senyawa-senyawa itu memang dikenal luas sebagai golongan senyawa anti-kanker.

Diduga kuat flavonoid glikosida dan stigmasterol berperan dalam mekanisme sitotoksik sedangkan tanin lebih mengarah ke induksi apoptosis. Sarang Semut juga menghambat enzim xantin oksidase sehingga tak terjadi radikal bebas. Enzim lain yang dapat dihambat agar tidak kelebihan produksi antaran lain dismutase, glutation dan reduktase. Dismutase berlebih misalnya menyebabkan organ hati gagal mendetoksifikasi racun. Dampaknya hati terserang lever atau kanker hati.

Para peneliti menyebutkan bahwa khasiat daun Sirsak bersifat kemoterapi tetapi dengan kekuatan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan kemoterapi secara konvensional.

Menurut dr. Sidi Aritjahja, dokter yang juga herbalis di Yogyakarta, sebaiknya daun sirsak untuk kanker diresepkan bukan dalam bentuk tunggal. Daun sirsak bersifat asam. Jika diberikan kepada pasien kanker yang kondisi tubuhnya sedang lemah, dikhawatirkan dapat merusak dan memperparah kondisi lambung karena asam lambung meningkat. Lebih bagus jika dipadukan dengan herbal yang dapat melindungi dinding lambung dari keasaman tinggi. Dalam hal ini Sarang Semut berperan besar dalam melindungi lambung dari keasaman daun Sirsak.

Padukan Khasiat Daun Sirsak dengan Sarang Semut

Dari paparan di atas, khasiat Sarang Semut dan khasiat Daun Sirsak jika digunakan secara sinergis akan memiliki kekuatan yang sangat besar dalam menggempur sel-sel kanker dan mencegahnya untuk tumbuh kembali. Para pengguna daun sirsak melaporkan merasa panas di seluruh tubuh selama beberapa hari pertama menggunakan herbal tersebut.

Sarang Semut dapat mengurangi efek samping tersebut. Mereka yang mengkonsumsi Sarang Semut melaporkan mengalami efek-efek positif seperti mengurang rasa lelah, menambah kebugaran, meningkatkan nafsu makan, mengurangi komplikasi terhadap organ lain dan membuat tidur lebih nyenyak karena radang dan demam terkendali.

Saat ini "sarang semut" juga sudah banyak beredar di apotik ataupun swalayan, tapi bukan sarang semut merah ya.....? ini sarang semut khusus,,

Obat herbal sifatnya individual. Jadi efek dan khasiat yang dirasakan berbeda-beda dari orang yang satu dengan yang lainnya. Setelah memilih herbal yang paling tepat, konsumsilah teratur dan konsisten. Jangan berharap kesembuhan dalam hitungan hari. Walau ada testimoni spektakuler yang sembuh hanya dalam beberapa hari.

Khasiat satu herbal belum tentu berlaku sama bagi setiap orang. Dalam penyembuhan, herbal memperbaiki sistem metabolisme tubuh secara keseluruhan. Dampaknya memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan obat-obatan konvensional.

Oleh karena itu jangan berganti-ganti herbal secara cepat. Perkembangan penyakit perlu dimonitor terus dalam 1-3 bulan. Bila tidak ada perkembangan berarti, baru beralih ke herbal atau sistem pengobatan lain. Pilihan yang cocok bergantung pada jenis penyakit, kondisi awal penyakit, kecocokan dan keamanan obat-obatan herbal.

Selain khasiat dari obat-obatan herbal itu sendiri, banyak faktor lain yang juga memiliki andil dalam menentukan sukses tidaknya suatu pengobatan alternatif yaitu sikap, gaya hidup, dan kondisi kejiwaan. Pengamatan para dokter menunjukkan bahwa penyerapan obat di usus lebih baik jika pasien tidak stress.
Baca Juga: Daun Sirsak Untuk Mengobati Tumor di Leher
(disarikan dari berbagai sumber).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Khasiat Daun Sirsak untuk mengobati kanker"

  1. Wah ternyata mantap juga khasiat daun sirsak ya mas?. Saya minta buahnya saja lah tuk buat es sirsak,,he

    ReplyDelete
  2. @mas Syamsu, iya mas, malah ada berita bahwa di sentra-sentra penjualan bibit tanaman buah, bibit sirsak laris manis karena khasiat nya yang sudah diketahui oleh masyarakat

    ReplyDelete

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel