Cara Nabi Muhammad Mencegah Penyakit

Rasulullah SAW adalah orang yang paling bersih jiwa dan raganya. Beliau juga memiliki bau yang sangat harum. Nabi SAw sangat menganjurkan untuk menjaga kesehatan dengan jalan melakukan pencegahan. Kita tentu tau perkataan "mencegah lebih baik dari pada mengobati".

Menjaga kebersihan diri merupakan pondasi pertama dan merupakan salah satu sisi kesehatan preventif, sedangkan sisi lainnya adalah menjaga kebersihan lingkungan. Anas ra. berkata : "Rasulullah berkulit cerah, seakan-akan keringatnya adalah mutiara, jalannya tegap, tidak pernah menyentuh sutera dan tidak ada yang lebih lembut daripada telapak tangan Nabi Saw. aku tidak pernah mencium minyak misik dan ambar yang lebih wangi dari aroma beliau". (Musnad Imam Ahmad)

Ini adalah ciri khas beliau dan beliau menyukai hal itu ada pada orang lain.

Dalam hal pengobatan preventif menurut Rasulullah diantaranya adalah dengan jalan wudhu' dan mandi.
sport

Sebagaimana diketahui bahwa wudhu' merupakan salah satu syarat sahnya shalat, tidak sah shalat tanpa wudhu'.ternyata hikmah dibalik whudu' itu selain sebagai syarat sah sholat, dapat diuraikan sebagai berikut : sehari semalam seorang muslim wajib mendirikan sholat 5 waktu dan itu berarti minimal 5 kali kita bersuci/ wudhu', hasilnya adalah seorang muslim akan selalu berada dalam kondisi suci dan bersih, sehingga menjadikan wudhu' sebagai garis pertahanan pertama untuk melindungi diri dari berbagai kuman.
Baca: Ketentuan Wudhu'
Dr. Musthofa Syahatah, Dekan Fakultas THT Universitas Alexandria, mengatakan bahwa berwudhu' dapat melindungi seseorang dari kuman-kuman penyakit, dan terbukti bahwa jumlah kuman pada orang yg berwudhu' lebih sedikit daripada orang yang tidak berwudhu' (Dr. Musthofa Syahatah, Al-Ibda' Ath-Thibbiyah Li rasul Al-Insaniyah)

Setiap kita ketika sebelum berwudhu' tentu melakukan istinsyaq (menghirup air ke hidung), study kedokteran menjelaskan bahwa istinsyaq tiga kali sebelum berwudhu' akan membersihkan 11 macam kuman dan bakteri berbahaya yang terdapat dihidung yang biasa menyebabkan penyakit radang paru-paru, sakit pernafasan, demam rematik, sinusitis dan alergi (Dr. Muhammad Salim; Tesis Magister)

Dr. Musthofa Syahatah mengatakan, bahwa jumlah kuman yang ada dalam hidung akan berkurang setengah setelah istinsyaq pertama, kemudian berkurang 1/4 setelah istinsyaq kedua, kemudian sangat sedikit setelah istinsyaq ketiga. Penelitian-penelitian ilmiah membuktikan bahwa setelah istinsyaq, kuman-kuman dihidung akan bersih selama 5 jam, kemudian akan tercemar kembali setelah itu, maka manusia perlu membersihkannya kembali. Itu berarti bahwa berwudhu' ~yang istinsyaq termasuk didalamnya~ adalah cara efektif untuk membersihkan kuman-kuman berbahaya yang terdapat didalam hidung.

Kita lanjutkan ya....

Sebelum berwudhu' kita juga dianjurkan untuk bersiwak (termasuk juga berkumur-kumur membersihkan mulut). Dan selalu membersihkan gigi dan mulut (bersiwak/ menggosok gigi) juga merupakan tindakan pencegahan atas penyakit yang akan menyerang tubuh.

Dapat dijelaskan sebagai berikut : sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut/ gigi akan membusuk dan menjadi tempat kuman, kuman-kuman ini dibantu enzim akan merusak gigi dan gusi, sehingga gigi dan gusi akan terinfensi. Gigi dan gusi yang terinfeksi akan menyebarkan racun-racun dan bakteri melalui darah ke seluruh tubuh, mungkin saja akan mempengaruhi mata, rongga hidung dan menyebabkan radang lambung atau usus dua belas jari. Usus besar, paru-paru, ginjal dan kantong empedu juga tidak terlepas dari bahaya yang mengancam ini.

Cara apa yang paling ampuh untuk menghindari ancaman berbahaya ini....?

Di atas sudah dijelaskan bahwa sisa makanan yang terdapat dimulut akan membusuk dan mengandung kuman. Sisa-sisa makanan tersebut melekat dengan lendir dimulut, kemudian bakteri menguraikannya, bakteri-bakteri tersebut menggumpal membentuk gelatin yang merupakan perpaduan bakteri, enzim dan racun-racun lainnya akan mengendap dan menarik garam kalsium sehingga mengeras atau mengapur dan berubah menjadi lapisan kuning yang mengeras dan susah untuk dihilangkan.

Dr. Faruq Mursyid, dosen dan kepala bagian penyakit gigi Fakultas Kedokteran Universitas Howard, Amerika Serikat menasihatkan bahwa menyikat gigi adalah satu-satunya cara untuk mencegah karies gigi (kebusukan gigi) dan mencegah radang gusi atau pengikisan akar gigi, akan tetapi dia juga mengatakan penggunaan sikat gigi yang salah akan melukai gigi dan gusi atau menggunakannya terlalu cepat juga tidak menghasilkan apa-apa.

Pasta gigi apa saja tidak berfungsi untuk mengobati penyakit mulut atau gigi, tetapi hanya membantu sikat gigi dalam membersihkan mulut. Dr. Faruq menjelaskan cara menyikat gigi yang benar, yaitu :

a. Sikat gigi harus selalu dalam keadaan kering,
b. Dicuci bersih dengan air hangat,
c. Menaruh pasta gigi diatasnya,
d. Meletakkan sikat gigi didaerah permukaan gigi geraham atas dan sisinya terpusat pada gusi, sebagian bulu sikatnya diatas gigi dan sebgian lain di gusi, kemudian menggerakkan sikat kedepan dan kebelakang dengan gerakan lembut dan pelan didaerah ini, kemudian meneruskan dengan cara ini pada gigi rahang atas dari sisi pipi dan bibir, dimulai dari sisi kiri dan berakhir di sisi kanan,
e. Demikian juga dengan rahang bawah,
f. Dengan cara yang sama menggosok permukaan gigi atas dan bawah dari sisi tenggorokan dan lidah,
g. Setelah itu menggosok dengan sedikit keras bagian permukaan geraham bawah dan atas,
h. Berkumurlah beberapa kali dan cuci sikat gigi sampai bersih, kemudian letakkan diatas lidah dan gerakan kedepan beberapa kali,
i. Cuci sikat gigi dengan air hangat dan keringkan,
j. Proses membersihkan gigi yang ideal paling sedikit selama 2 menit.

Wallahu a'lam

semoga bermanfaat....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Cara Nabi Muhammad Mencegah Penyakit "

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel