Khutbah Jum'at : Sembahlah Allah

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Segala puji bagi Allah yang kami memuji, meminta tolong, dan memohon ampun kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan diri kita dan kejah*tan perbuatan kita. Barang siapa yang mendapat petunjuk Allah maka tak akan ada yang menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tak ada yang bisa memberinya petunjuk.

Oleh karena itu wahai saudaraku sekalian, Rasulullah صلى الله عليه وسلم sudah memberikan contoh kepada kita yaitu setiap pagi beliau berdo’a kepada Allah meminta 3 macam kepada Allah, yakni :

- Ilmu yang bermanfaat
- Rezeki yang halal dan baik
- Amal yang diterima.

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Pada kesempatan khutbah kali ini, saya akan menguraikan sedikit ayat-ayat dalam surah yang paling sering kita baca, yakni surah yasin, dimulai dari ayat 60.

۞ اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
"Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu"

Ayyuhal ikhwan

Mari kita membuat perenungan sejenak, kita bertanya pada diri kita masing-masing,

siapakah yang telah menciptakan kita?
Siapakah yang telah mengizinkan kita untuk hidup diatas dunia ini ?
Siapakah yang telah mengizinkan kita untuk menghirup oksigen saat bernafas?
Siapakah yang memberikan kita rezeki?
Siapakh yang telah memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan?
Tentu semua kita akan menjawab : Allah

Allah yang telah meciptakan kita, Allah yang telah mengizinkan kita untuk hidup diatas dunia ini, Allah yang telah memberikan kita rezeki dan kenikmatan yang banyak.

Namun mengapa kita terkadang seolah-olah tidak kenal dengan Allah.
Kita enggan untuk mengabdi kepada Allah.
Kepala kita berat untuk dibawa sujud menghadap Allah.
Emangnya syetan memberikan apa kepada kita? Bahkan syetan itu musuh yang nyata bagi kita sejak nenek moyang kita dahulu, yakni Nabi Adam. as

Inilah yang Allah sampaikan dalam ayat 60 surah yasin tadi. Seolah-olah Allah berkata: Aku yang memberimu rezeki, tetapi mengapa kalian malah menyembah syetan. Emangnya syetan memberikan apa kepada kamu?

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Bentuk penyembahan kepada syetan ini banyak macamnya, seperti ketika kita menuruti hawa nafsu kita, ketika kita lebih mementingkan kehidupan dunia ketimbang beramal sebagai bekal bagi kehidupan akhirat, ketika kita lebih suka melakukan perbuatan yang sia-sia yang tidak mendatangkan manfaat, ketika kita melakukan kemaksiatan dengan mengerjakan apa yang Allah larang.

Juga ketika kita memperturutkan rasa benci kepada seseorang sehingga menimbulkan dendam kesumat, ketika kita tetap santai disaat azan berkumandang tanpa tergerak sedikitpun hati dan kaki kita untuk melangkah kemasjid memenuhi panggilan Allah lewat azan itu, semua itu merupakan bentuk penyembahan kepada syaitan. Sekali lagi saya ulangi, EMANGNYA SYETAN MEMBERIKAN APA KEPADA KITA ?

HADIRIN….

Pada ayat ke 61 surah yasin Allah mengingatkan kita :

وَاَنِ اعْبُدُوْنِيْ ۗهٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
"dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus".

Sembahlah Allah dengan sebenar-benarnya, berislamlah dengan Islam yang (kaffah) secara meyeluruh, bukan setengah-setengah, bukan memilih yang enak-enaknya saja dan bukan islam yang sekedar identitas.

Pada ayat ke 62, kembali Allah mengingatkan kita

وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًا ۗاَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ
"Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka Apakah kamu tidak memikirkan?".

Ayat ini sedikit lebih tegas dari ayat sebelumnya, yakni Allah memperingatkan kita dengan memakai kalimat :
Maka Apakah kamu tidak memikirkan yang kalau kita alihkan kebahasa indonesia menjadi “mengapa tidak engkau pergunakan akalmu”

Hadirin…..

Ketika kita memperturutkan keinginan syetan, berarti kita telah mempersiapkan diri untuk mendapatkan siksa Allah diakhirat kelak, padahal ketika diakhirat nanti, syetan juga tidak bisa menolong kita.

Kita teruskan ayat ke 63, 64 dan 65

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
"Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya)".
"masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya".
"pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan".

Oleh sebab itu wahai saudaraku sekalian, takutlah kepada Allah dengan jelan mengerjakan segala yang Allah dan Rasulnya perintahkan, serta tinggalkanlah perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah dan Rasulnya, serta janganlah kita memperturutkan langkah-langkah syaiton, karena ia merupakan musuh yang nyata bagi kita.

Beribadahlah kepada Allah sebelum Allah tutup kesempatan bagi kita untuk beribadah, ramaikanlah masjid-masjid dengan sholat berjama’ah dan menuntut ilmu agama karena ia akan menjadi saksi kelak di akhirat. Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal itu adalah taqwa.

وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ
"dan Barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan Dia kepada kejadian awal (nya). Maka Apakah mereka tidak memikirkan?" (surah yasin : 68)

Baarokallahu....................

Posting Komentar untuk "Khutbah Jum'at : Sembahlah Allah"