Mewaspadai Virus Flu Babi

Sahabat yang dimuliakan Allah. Beberapa waktu yang lalu, dunia dibuat heboh dan masyarakat banyak yang menjadi khawatir dengan merebaknya virus flu babi dan flu burung. Kedua wabah ini telah merenggut banyak korban. Lalu bagaimana pandangan al-Qur'an sejak 14 abad yang lalu?

Salau satu makanan yang sangat tegas diharamkan oleh Islam adalah daging babi.

Dalam al-Qur'an pada surah al-Baqarah : 173 disebutkan :
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[*]. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[*] Haram juga menurut ayat ini daging yang berasal dari sembelihan yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah.
sakit
Ilustrasi Sakit
Babi adalah hewan bertubuh gemuk dengan kaki pendek. Babi ada dua macam, yakni babi hutan dan babi peliharaan. Dua-duanya diduga mempunyai garis keturunan yang sama karena babi hutan yang ada saat ini diperkirakan merupakan nenek moyang babi peliharaan. Babi hutan dapat berlari cepat dan pandai berenang.

Babi termasuk kedalam golongan hewan omnivora, yakni hewan pemakan segalanya. Bahkan babi juga suka memakan kotorannya sendiri. Dengan demikian, yang menjadi persoalan bukanlah mengenai kebersihan lokasi peternakan babi, karena sejatinya babi bukanlah hewan yang bersih. Betapapun canggihnya sistem kebersihan yang diterapkan, sifat alamiah babi tentu tidaklah berubah.

Untuk mengimbangi gaya hidupnya yang jorok, mereka mengembangkan antibodi--(zat yang dihasilkan tubuh untuk pertahan diri terhadap penyakit)-- yang sangat kuat. Selain kandungan kolesterol dan lemak yang tinggi, kandungan antibodi dengan konsentrasi tinggi yang terdapat dalam daging babi malah berdampak negatif bagi kesehatan orang yang mengkonsumsinya.

Disamping itu, kematangan s*ksual babi berlangsung sangat dini. Babi jantan mencapai masa maturitas dan dapat membuahi pada umur delapan bulan. Bahkan, babi betina sudah dapat melahirkan saat berumur enam bulan.

Tidak seperti proses maturitasnya yang teramat dini, pruduktifitas babi berlangsung sangat lama. Betapa tidak, babi baru berhenti melahirkan pada umur 15 tahun. Akibat dorongan s*ksual babi yang sangat besar, babi betina dapat melahirkan hingga 20 ekor dalam sekali pembuahan.

Pertumbuhan anak babi juga sangat cepat. Bayi babi yang lahir dengan berat berkisar 2 Kg, enam bulan kemudian beratnya dapat mencapai 100 Kg, bahkan pernah ditemukan babi terbesar dengan bobot 363 Kg. Keterpaduan antara hormon s*ksual dengan hormon pertumbuhan yang sangat tinggi ini membuat babi memiliki lemak yang banyak. Dan tingginya kandungan kedua hormon ini dalam daging babi membuat daftar penyebab mengapa daging babi tidak baik untuk dikonsumsi semakin panjang saja.

Beberapa penelitian medis atas daging babi menemukan adanya konsentrasi virus yang cukup banyak dan berpotensi mengintervensi kesehatan manusia. Penelitian menunjukkan bahwa satu dari enam orang di Amerika terserang sejenis kuman pada ototnya karena mengkonsumsi daging babi. Hal ini menjadi mungkin karena dalam tubuh babi terkandung beberapa jenis cacing pita yang membah*yakan.

Seperti diketahui secara luas, penyakit cacing pita trichinellosis ditularkan melalui daging babi. Tenasollium adalah satu dari beberapa cacing yang berkembang biak di saluran pencernaan dan panjangnya dapat mencapai delapan meter.

Entah berapa banyak penyakit yang telah menyebar melalui babi sebagai inangnya. Pada tahun 1968 misalnya, ditemukan satu jenis kuman dari daging babi yang menyebabkan banyak kematian pasien di Belanda dan Denmark.

Pada tahun 1918, Flu babi menyerang beberapa belahan dunia dan menelan korban jutaan orang. flu ini kembali muncul pada tahun 1977, yang memaksa pemerintah Amerika untuk melakukan imunisasi yang menelan biaya hingga 135 juta dolar.

Merebaknya virus flu burung dan SARS beberapa waktu lalu juga tidak lepas dari peran babi sebagai inang perantara bagi beberapa virus dari hewan lain yang juga dapat menular pada manusia.

Penyakit lain yang mungkin ditimbulkan oleh babi adalah influensa, radang otak (Japanese B. Encephalitis), radang mulut dan hati (Stomatitis dan myocarditis), dan lainnya. Penelitian terbaru pasca maraknya rekayasa genetika menemukan bahwa virus-virus yang ada pada babi ternyata tidak mati dengan cara dibakar maupun dimasak secara manual.

Lemak babi mengandung Complicated Fats, antara lain triglycerides, dan dagingnya mengandung kolesterol yang sangat tinggi, hampir lima belas kali lipat kolesterol dalam daging sapi.

Dalam Encyclopedia Americana dijelaskan perbandingan kadar lemak pada babi, domba dan kerbau. Dengan berat yang sama, babi mengandung 50% lemak, jauh diatas domba yang hanya 17% dan kerbau yang tidak lebih dari 5%.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa organ babi dapat digunakan untuk mengganti organ manusia. Misalnya, katup jantung babi adalah pengganti paling cocok bagi katup jantung manusia. tetapi patut dicermati bahwa babi adalah inang bagi bermutasinya banyak bakteri, virus dan parasit yang berb*haya bagi manusia.

Demikian semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

"Mewaspadai Virus Flu Babi"

Post a Comment

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel